Naik Rp 2.000, Harga Emas Antam Jadi Rp 937 Ribu per Gram

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang menata emas Antam di Jakarta, Rabu, 17 Februari 2021. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Pedagang menata emas Antam di Jakarta, Rabu, 17 Februari 2021. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.Co, Jakarta - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau emas Antam pada perdagangan Sabtu, 17 April 2021, naik Rp 2.000 jika dibandingkan dengan kemarin.

    "Harga emas batangan satu gram Rp 937.000," seperti ditulis dalam situs resmi Logam Mulia pada Sabtu.

    Berdasarkan situs Logam Mulia, harga emas batangan Antam di butik Pulogadung, Jakarta hari ini, yaitu:

    1 gram Rp 937.000
    2 gram Rp 1.814.000
    3 gram Rp 2.696.000
    5 gram Rp 4.465.000
    10 gram Rp 8.865.000
    25 gram Rp 22.037.000
    50 gram Rp 43.995.000
    100 gram Rp 87.912.000
    250 gram Rp 219.515.000

    Sedangkan, harga emas berukuran 500 gram, yaitu Rp 438,8 juta. Dan harga emas batangan 1.000 gram yaitu Rp 877,6 juta.

    Harga emas pada 16 April sebesar Rp 935 ribu per gram. Untuk harga buyback emas hari ini adalah Rp 832 ribu per gram.

    Adapun harga emas hari ini lebih rendah dibanding awal 2021 yang sebesar Rp 969 ribu. Sedangkan harga emas hari ini jauh lebih tinggi dibanding awal 2020 yang sebesar Rp 771 ribu.

    Emas batangan ANTAM LM terjamin keaslian dan kemurniannya dengan sertifikat London Bullion Market Association.

    Terkait harga emas dalam situs itu, tertulis sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen (untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non NPWP). Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.

    HENDARTYO HANGGI

    Baca juga: Naik Rp 10.000, Harga Emas Antam Jadi Rp 935 ribu per Gram


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.