Ada Pemeliharaan Jalan, Sebagian Ruas Tol Sedyatmo Ditutup Sementara

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tol Kapuk (Tol Prof. Ir. Sedyatmo), Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Tol Kapuk (Tol Prof. Ir. Sedyatmo), Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) bersama dengan PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) sebagai penyedia jasa pemeliharaan jalan tol melakukan pekerjaan di Jalan Tol Ruas Prof. Dr. Ir. Sedyatmo KM 27+050 (Elevated) Arah Bandara.

    Pemeliharaan jalan dilaksanakan mulai pada Jumat sampai dengan Rabu, 16-21 April 2021. "Selama pekerjaan berlangsung, bahu luar dan lajur 1 elevated sepanjang 100 m akan ditutup sementara hingga pekerjaan selesai, sedangkan lajur lainnya dapat digunakan sebagai jalur lalu lintas," ujar General Manager Representative Office 2 Jasamarga Metropolitan Tollroad Nasrullah dalam keterangan tertulis, Sabtu, 17 April 2021.

    Selain itu, untuk memastikan keamanan pengguna jalan, pada saat pekerjaan pengecoran, di jalur elevated akan dilakukan pengalihan lalu lintas sementara selama tiga jam, yaitu pada 20 April 2021 pukul 02.00-05.00 WIB.

    Sebagai langkah antisipasi terjadinya kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan, JMT dan PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) bersama pihak Kepolisian Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Jaya V akan melakukan pengalihan lalu lintas.

    "Bagi pengguna jalan dari arah Kapuk dan Kamal menuju Bandara yang menggunakan jalur elevated, akan dialihkan ke jalur bawah, tepatnya mulai Km 26+000 arah Bandara," kata Nasrullah.

    "Sementara jika masih terjadi kepadatan, akibat pengalihan lalu lintas tersebut, Jasa Marga mempersiapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow dari KM 21+600 sampai dengan KM 29+600," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.