IHSG Ditutup Menguat, Samuel Sekuritas: Arus Masuk Investor Asing Masih Terlihat

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA

    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berhasil rebound di akhir sesi kedua perdagangan Jumat, 16 April 2021. Sesi kedua perdagangan ditutup di level 6.086 setelah melemah ke level 6.079 pada akhir sesi pertama. IHSG menguat 0,11 persen dibandingkan penutupan sebelumnya 6.079,5.

    "Arus masuk investor asing juga masih terlihat di perdagangan hari ini, dengan net buy asing di pasar reguler yang mencapai Rp 213 miliar," seperti dikutip dari analisis dari Tim Riset PT Samuel Sekuritas Indonesia, Jumat, 16 April 2021.

    Sementara itu, di pasar negosiasi juga terjadi net buy asing sebesar Rp 83,8 miliar.

    Adapun, saham yang paling diminati investor asing di pasar reguler hari ini adalah saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), dengan nilai net buy asing mencapai Rp 63.5 miliar. Sementara nilai net sell asing tertinggi dicatat oleh saham Bank BRI (BBRI) sebesar Rp 35,5 miliar.

    Kenaikan indeks hari ini terutama ditopang oleh sektor teknologi yang mencatat kenaikan sebesar 1 persen, diikuti oleh sektor barang konsumsi non primer 1,0 persen dan sektor transportasi dan logistik 0,9 persen.
    Sementara sektor yang turun paling dalam hari ini adalah sektor properti turun 0,7 persen, keuangan turun 0,2 persen, dan kesehatan turun 0,2 persen.

    Saham yang menjadi top gainers:
    VRNA naik 34,9 persen ke Rp 166 per saham. Saham emiten pembiayaan ini tiba-tiba terbang menembus level auto reject atas (ARA) di akhir sesi kedua setelah cenderung stagnan sepanjang hari ini.

    AYLS naik 34,0 persen ke Rp 67 per saham. Saham emiten yang bergerak di bidang perdagangan aspal ini kembali mengisi lima besar top gainer hari ini.

    BIMA naik 33,9 persen ke Rp 71 per saham. Emiten yang bergerak di industri alas kaki ini melesat ke kisaran Rp 70 per saham di pertengahan sesi pertama dan bertahan hingga akhir sesi kedua.

    BMSR naik 27,1 persen ke Rp 145 per saham). Serupa dengan VRNA, saham emiten yang bergerak di bidang perdagangan dan investasi ini tiba-tiba melejit setelah cenderung stagnan hari ini.

    KONI naik 25 persen ke Rp 525 per saham. Saham emiten perdagangan perlengkapan fotografi ini terus melanjutkan tren positifnya sejak pertengahan bulan lalu.

    Sedangkan emiten yang masuk top losers:
    LFLO turun 9,8 persen ke Rp 174 per saham. Setelah terus-menerus naik sejak masuk bursa pada 7 April lalu, saham pendatang baru ini akhirnya anjlok hingga nyaris 10 persen hari ini.

    KOTA turun 6,9 persen ke Rp 348 per saham. Saham emiten pengembang ini anjlok sejak sesi pertama ke titik auto reject bawah (ARB) dan tertahan hingga akhir perdagangan.

    KMDS turun 6,9 persen ke Rp 470 per saham. Sempat amblas di pertengahan sesi pertama, saham ini naik kembali ke level Rp 500 per saham sebelum jatuh kembali di akhir sesi kedua.

    TIFA turun 6,8 persen ke Rp 1.285 per saham. Saham emiten pembiayaan ini kembali melanjutkan terjun bebasnya hingga ke level di bawah Rp 1.400 per saham.

    YPAS turun 6,8 persen ke Rp 460 per saham. Saham emiten produsen kemasan ini sempat memantul kembali ke harga pembukaannya setelah jatuh di awal sesi pertama. Namun, harganya langsung jatuh kembali ke level Rp 460 per saham.

    Baca juga: IHSG Melemah Tipis, Samuel Sekuritas: Net Buy Investor Asing Rp 77 M


    HENDARTYO HANGGI

    Disclaimer: Berita ini merupakan hasil kerja sama dengan Samuel Sekuritas Indonesia. Isi berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terselip Dissenting Opinion dalam Keputusan MK Menolak Uji Formil UU KPK

    Mahkamah Konsituti menolak permohonan uji formil UU KP. Seorang hakim memberikan dissenting opinion dalam keputusan itu.