Terkini Bisnis: Erick Thohir Soal Isu Reshuffle, Bisnis Bank Ritel Citi, dan BRI

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Erick Thohir, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati bersama jajaran direksi dan komisaris lainnya memberikan keterangan pers saat meninjau ke kawasan kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur, Sabtu, 21 Desember 2019. ANTARA

    Presiden Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Erick Thohir, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati bersama jajaran direksi dan komisaris lainnya memberikan keterangan pers saat meninjau ke kawasan kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur, Sabtu, 21 Desember 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -Berita terkini ekonomi bisnis hingga Jumat siang, 16 April 2021 dimulai dengan tanggapan Menteri BUMN Erick Thohir atas isu reshuffle kabinet. Menurutnya reshuffle adalah hak prerogatif Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

    Selanjutnya informasi Citigroup Inc. yang menyatakan bakal merombak bisnis bank ritel globalnya, seiring dengan rilis hasil kinerja keuangan kuartal pertama tahun 2021. CEO Citi Jane Fraser, akan memfokuskan kehadiran bisnis Global Consumer Bank di Asia dan Eropa, Timur Tengah dan Afrika (EMEA) pada empat global wealth center.

    Serta kronologi dan hasil investigasi BRI ihwal raibnya dana nasabah Rp 400 juta bernama Sigit Prasetya. Berikut ringkasan ketiga berita tersebut:

    1. Tanggapi Isu Reshuffle, Erick Thohir: Saya Siap Diangkat, Saya Siap Dicopot

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menanggapi isu perombakan kabinet atau reshuffle yang memanas belakangan ini. Ia mengaku tak terlalu khawatir bila masuk dalam daftar menteri yang akan diganti. Reshuffle dinilainya sama seperti pemilihan jajaran dewan komisaris dan direksi di perusahaan-perusahaan BUMN.

    "Sebagai pembantu presiden, saya siap diangkat, saya siap dicopot. Reshuffle hak prerogatif presiden," ujar Erick Thohir di Teluk Semangka, Lampung, Kamis, 15 April 2021.

    Perombakan kabinet, menurut dia, juga dilakukan bukan hanya memenuhi kemauan presiden, tapi untuk kebaikan bagi rakyat. "Supaya pada masa pemerintahan ini penugasan-penugasan yang dilakukan itu harus ada hasilnya untuk rakyat itu sendiri," katanya.

    Lebih jauh, Erick menjelaskan, ketika dipilih oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk menjalankan tugas, ada suatu kepercayaan yang diberikan. Tugas itu harus dijalankan sesuai dengan kriteria penilaian yang ditetapkan.

    Penjelasan tersebut menanggapi pernyataan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin yang memastikan Jokowi bakal mengocok ulang Kabinet Indonesia Maju pada pekan ini.

    Baca berita selengkapnya di sini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terselip Dissenting Opinion dalam Keputusan MK Menolak Uji Formil UU KPK

    Mahkamah Konsituti menolak permohonan uji formil UU KP. Seorang hakim memberikan dissenting opinion dalam keputusan itu.