Tren IHSG Bertahan, Simak Analisis Samuel Sekuritas untuk Saham BCA hingga BRI

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. TEMPO/Tony Hartawan

    Karyawan melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta – Senior Technical Analiyst PT Samuel Sekuritas Indonesia, Muhammad Alfatih, mengatakan tren indeks harga saham gabungan atau IHSG masih bertahan sejak Maret 2020.

    IHSG sempat membentuk pola candlestick bullish pada 13 April 2021 dan saat ini sedang diuji resistan,” tutur Alfatih dalam paparannya, Kamis, 15 April 2021.

    Pola segitiga IHSG sejak Desember 2020 juga masih awet hingga kini. Pergerakan candlestick bullish pada 13 April yang diikuti oleh usaha untuk menembus resistan mendorong IHSG berpeluang masuk ke pola konsolidasi pada Februari-Maret 2021 di level 6.170-6.394.

    Alfatih menjelaskan indeks dibantu oleh regional yang membaik. “Spread UST-UTN sedikit membaik dengan CDS yang stabil. UST terkoreksi, namun belum berubah tren sehingga kenaikan indeks akan tertahan resistan,” katanya.

    Secara khusus ia melihat indeks sektor keuangan telah mengakhiri konsolidasi sejak April 2021 dan membentuk pola bullish. Setelah 13 April, pergerakan indeks sektor keuangan menembus resistan pola ractangle di level 1.367. Indeks pun dimungkinkan naik hingga level 1.400-1440.

    Alfatih mencontohkan harga saham PT Bank Central Asia atau BCA yang telah mengalami rebound dari posisi 30.400 dan tengah diuji di posisi 31.600. Emiten masih terus mencoba mengembalikan harga sahamnya ke level 33.000.

    “Kenaikan di atas 33.000 akan membatalkan skenario barish setelah penembusan trandline sejak Mei 2020,” tutur Alfatih.

    Sedangkan harga saham PT Bank BRI (Persero) Tbk kini tengah melanjutkan tren kenaikannya dengan level terendah di 4.270.  Dalam jangka panjang, harga saham BBRI bisa berpeluang menguat mencapai 5.500.

    Adapun harga saham PT Bank Net Indonesia Syariah atau BANK masih bergerak uptrend dengan volume relatif stabil. “BANK ressitance dengan pendekatan fibonacci di 4.200, lalu bergerak ke 5.400-5.700,” kata Alfatih. Jika harga saham turun  di bawah 3350, kondisi ini bisa mengubah uptrend menjadi sideways.

    Baca Juga: IHSG Rebound ke Level 6.079, Samuel Sekuritas: Arus Investor Asing Terjaga


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H