IHSG Diuji, Simak Analisis Teknikal 5 Saham dari Samuel Sekuritas Hari Ini

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pergerakan Index Harga Saham Gabungan pada layar monitor di Jakarta, Jumat, 6 November 2020. Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (6/11/2020) di tengah kenaikan bursa global yang menyambut Pilpres AS 2020. Tempo/Tony Hartawan

    Pergerakan Index Harga Saham Gabungan pada layar monitor di Jakarta, Jumat, 6 November 2020. Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (6/11/2020) di tengah kenaikan bursa global yang menyambut Pilpres AS 2020. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Senior Technical Portfolio Advisor PT Samuel Sekuritas Indonesia, Muhammad Alfatih, menyatakan tren kenaikan indeks harga saham gabungan atau IHSG sejak Maret tahun 2020 tengah diuji. 

    "IHSG pada bulan Maret 2021 gagal melampaui harga tertinggi Januari 2021. Bahkan tekanan jual menyebabkan index menguji level support 5.740-5.850," ujar Alfatih dalam keterangannya, Rabu, 14 April 2021.

    Alfatih menjelaskan, IHSG sejak Desember tahun 2020 membentuk pola segitiga, dalam pola upchannel sejak Maret 2020 hingga saat ini dan masih bertahan di atas level 5.740-5.850. "Namun, jika terjadi penurunan di bawah level tersebut, maka dapat mengakhiri tren naik yang ada selama selama ini," katanya.

    Secara umum, menurut Alfatih, indeks sektor infrastruktur akan menguat dan menguji trendline. Ia melihat indeks sektor ini bergerak flat cenderung melemah sejak pertengahan Maret 2021. 

    "Terjadi rebound dekat support dan akan uji resistance trendline. Jika berhasil menguat di atas 890, maka akan menjadi uptrend jangka pendek. Resistance (batas atas) kuat di 905-926. Support (batas bawah) kuat di 860," ujar Alfatih.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.