IPO Hari Ini, Nusa Palapa Gemilang Incar Dana Segar Rp 64,8 M

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bursa efek dan kurs Rupiah. Getty Images

    Ilustrasi bursa efek dan kurs Rupiah. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon emiten produsen pupuk PT Nusa Palapa Gemilang Tbk. akan mencatatkan sahamnya lewat penawaran umum perdana saham di Bursa Efek Indonesia hari ini, 14 April 2021, dengan target meraup dana segar Rp 64,8 miliar. Perseroan akan menggunakan 82 persen dari target dana raihan IPO atau senilai Rp 53,13 miliar untuk akuisisi lahan dan sisanya 18 persen atau Rp 11,66 miliar untuk modal kerja.

    Direktur Utama Nusa Palapa Gemilang Uus Sudianto mengatakan langkah IPO diambil perseroan sebagai bagian dari strategi meningkatkan kapasitas pendanaan perusahaan dan tata kelola lebih baik lagi. ”Kinerja perseroan sampai dengan September 2020 masih mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang positif,” tulis Uus dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Senin, 12 April 2021.

    Perusahaan ini didirikan pada 2001. Nusa Palapa Gemilang bergerak di bidang produksi, pemasaran, dan perdagangan pupuk buatan majemuk hara makro primer dengan pabrik berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur.

    Calon emiten yang mendapatkan kode saham NPGF ini melepas sejumlah 648,04 juta saham lewat IPO. Porsi itu setara dengan 20 persen dari modal disetor dan ditempatkan perseroan. Harga pelaksanaan IPO ditetapkan Rp 100 per saham sehingga perseroan akan mengantongi dana segar senilai Rp 64,8 miliar.

    Uus menambahkan prospek bisnis perseroan sangat potensial ke depannya. Hal itu terlihat dari pertumbuhan permintaan pupuk NPK dari perkebunan kelapa sawit sebagai imbas dari membaiknya harga CPO internasional.

    “Selain itu, pertumbuhan PDB sektor industri pupuk yang meningkat sebesar dan menyumbang PDB ekspor nonmigas Indonesia,” kata Uus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terselip Dissenting Opinion dalam Keputusan MK Menolak Uji Formil UU KPK

    Mahkamah Konsituti menolak permohonan uji formil UU KP. Seorang hakim memberikan dissenting opinion dalam keputusan itu.