Restrukturisasi Kredit, Bos Waskita Karya Usaha Yakinkan 52 Bank

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan jalan tol layang Jakarta-Cikampek yang disebut juga Japek II di Bekasi, Jumat, 27 Juli 2018. Pembangunan konstruksi jalan tol ini dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk selaku kontraktor. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan jalan tol layang Jakarta-Cikampek yang disebut juga Japek II di Bekasi, Jumat, 27 Juli 2018. Pembangunan konstruksi jalan tol ini dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk selaku kontraktor. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, JakartaPresiden Direktur PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Destiawan Soewardjono menyatakan sejumlah ruas tol pada tahun 2020 yang gagal didivestasikan membuat beban utang perseroan menumpuk.

    Oleh karena itu, pihaknya akan terus berupaya meyakinkan kreditur baik bank maupun nonbank untuk memberikan restrukturisasi agar tersedia cukup waktu dalam memenuhi kewajiban pembayaran utang.

    Sebab, kata Destiawan, jika tidak ada restrukturisasi kredit oleh perbankan, semua beban perusahaan akan terkumpul di depan. "Dan ini yang terjadi di 2020, sehingga menjadi beban yang besar. Proses restrukturisasi kami ajukan kepada kreditur supaya ini memperingan beban Waskita saat ini,” ucapnya pekan lalu.

    Lebih jauh, Destiawan menjelaskan, pandemi Covid-19 sejak tahun lalu telah membuat investor menunda keputusan investasi di ruas-ruas jalan tol Waskita Karya yang akan didivestasikan. Padahal, tahun lalu emiten dengan kode saham WSKT ini menargetkan ada 5 ruas jalan tol yang akan dilepas.

    Direktur Keuangan Waskita Karya Taufik menambahkan bahwa perseroan terus mengupayakan restrukturisasi tidak hanya dari sisi keuangan tetapi juga secara organisasi dan bisnis.

    Taufik menyebutkan, tekanan likuiditas yang tinggi terhadap WSKT sementara neraca keuangan perseroan masih tertutupi aset, membuat proses pemenuhan kewajiban menjadi rumit.

    “Juga terjadi ketidaksamaan jatuh tempo utang, kemudian perolehan pembayaran dari divestasi juga mungkin tertunda. Ini perlu dicocokkan,” uajr Taufik.

    Saat ini Waskita Karya tengah memproses permintaan restrukturisasi kepada kreditur baik perbankan maupun nonbank. Secara grup, Taufik menunjukkan diskusi restrukturisasi itu melibatkan 52 bank. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami bisa sepakati sehingga akhirnya tekanan likuiditas itu menjadi kendor dan kami bisa fokus."

    BISNIS

    Baca: Bos Waskita Karya Beberkan 3 Penyebab Perusahaan Terbelit Utang Rp 90 Triliun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H