Larangan Mudik, Sandiaga Uno Prediksi Kunjungan di Destinasi Wisata Lokal Naik

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan mengunjungi objek wisata Ke'te Kesu di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Sabtu, 3 April 2021. Objek wisata Ke'te Kesu ramai dikunjungi wisatawan saat libur paskah. ANTARA FOTO/Spedy Paereng

    Wisatawan mengunjungi objek wisata Ke'te Kesu di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Sabtu, 3 April 2021. Objek wisata Ke'te Kesu ramai dikunjungi wisatawan saat libur paskah. ANTARA FOTO/Spedy Paereng

    TEMPO.COJakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno memprediksi kebijakan larangan mudik pada 6-17 Mei 2021 akan mendorong peningkatan angka kunjungan wisatawan Nusantara di destinasi-destinasi lokal selama Lebaran 1442 Hijriah. Untuk mencegah penumpukan wisatawan, ia mengklaim telah berkomunikasi dengan pemerintah daerah untuk memperketat protokol kesehatan.

    “Dalam bingkai PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) skala mikro, destinasi wisata di DKI Jakarta seperti Ancol, taman margasatwa, setu, akan mendapatkan peningkatan kunjungan wisatawan karena peniadaan mudik. Kami minta agar protokol kesehatan ditingkatkan,” ujar Sandiaga saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Senin, 12 April 2021.

    Menurut Sandiaga, peningkatan jumlah kunjungan wisatawan lokal akan terjadi pada akhir masa Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri. Karena itu, pemerintah daerah setempat telah diminta untuk mengatur kapasitas kunjungan di titik-titik wisata agar tidak memantik munculnya klaster-klaster penularan virus corona.

    Mengacu pada kejadian sebelumnya, Sandiaga menyebut tingginya pergerakan masyarakat saat libur panjang kerap mengakibatkan kasus positif Covid-19 meningkat. Antisipasi dari semua pihak, khususnya pengelola tempat wisata, dianggap penting untuk mencegah penularan wabah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.