Susi Pudjiastuti Usul Kemendag dan Kemenperin Dilebur, Indef: Kurang Pas

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Susi Pudjiastuti mendapat kiriman anggrek dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Foto Twitter Susi Pudjiastuti

    Susi Pudjiastuti mendapat kiriman anggrek dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Foto Twitter Susi Pudjiastuti

    TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan usulan bekas Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti agar Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian dilebur ke Kementerian Luar Negeri kurang tepat.

    "Usulan penggabungan Kemendag dan Kemenperin ke Kemenlu sepertinya kurang pas karena masalah diplomasi luar negeri meskipun ada irisan dengan perdagangan tapi juga menyangkut aspek lain seperti kerja sama pertahanan dan keamanan negara," ujar Bhima kepada Tempo, Minggu, 11 April 2021.

    Baca Juga: Susi Pudjiastuti Ikut Usul Kemendag dan Kemenperin Digabung ke Kemenlu

    Di sisi lain, kata Bhima, penyesuaian atau peleburan nomenklatur kementerian akan butuh penyesuaian. Budaya Aparatur Sipil Negara di ketiga kementerian juga berbeda, sehingga pola kerja dan strategi akan berubah.

    "Dalam situasi saat ini tidak pas memaksakan penggabungan tiga kementerian yang core-nya berbeda," ujar Bhima.

    Sebelumnya, Susi Pudjiastuti menanggapi berita terkait Presiden Joko Widodo atau Jokowi mendapat restu DPR untuk melebur Kementerian Riset dan Teknologi atau Kemenristek ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kemendikbud.

    Melalui akun media sosial Twitter @susipudjiastuti, bos Susi Air ini membagikan tautan berita tersebut sembari menyarankan agar Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian digabung ke Kementerian Luar Negeri menjadi direktorat.

    “Perdagangan & perindustrian bisa juga dimasukan ke Deplu .. jadikan direktorat ..” tulis Susi Pudjiastuti dengan banyak emotikon acungan jempol.

    Kebijakan tersebut, menurut Susi Pudjiastuti supaya dapat menekan adanya kuota-kuota impor, sebab yang Indonesia butuhkan bukan impor tetapi investasi. “Supaya tidak ada kuota2 impor, yg kita inginkan investasi bukan impor,” tulis Susi Pudjiastuti dalam unggahan pada Jumat, 9 April 2021 tersebut.

    Dewan Perwakilan Rakyat telah menyetujui niat Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggabungkan Kementerian Riset dan Teknologi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta pembentukan Kementerian Investasi. Persetujuan ini disampaikan dalam rapat paripurna Dewan pada Jumat, 9 April 2021.

    CAESAR AKBAR | HENDRIK KHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.