BRI Umumkan 10 Pemenang Desa BRILiaN Tahap 1 2021

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BRI Umumkan 10 Pemenang Desa BRILiaN Tahap 1 2021

    BRI Umumkan 10 Pemenang Desa BRILiaN Tahap 1 2021

    INFO BISNIS - Setelah melewati tiga bulan periode seleksi dan penyelenggaraan Literasi Desa BRILiaN, Bank BRI telah menetapkan 10 pemenang program Desa BRILiaN Batch 1. Penetapan ini merupakan bagian dari rangkaian program Desa BRILiaN 2021 yang dilaksanakan BRI dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi desa di masa pandemi.

    Sepuluh Desa BRLiaN Batch 1 tersebut, yaitu Desa Sukalaksana, Kecamatan Samarang, Garut, Jawa Barat; Desa Cepogo Kecamatan Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah; Desa Bukit Gajah, Kecamatan Ukui, Pelalawan, Riau; Desa Trimulyo Kecamatan Gedung Surian, Lampung Barat; Desa Pagak Kecamatan Purworejo Klampok Banjarnegara, Jawa Tengah.

    Selanjutnya ada Desa Pasir Baru, Rambah, Rokan Hulu, Riau; Desa Jangkang Satu, Kubu Raya, Kalimantan Barat; Desa Serdang Wetan, Legok, Tangerang, Banten; Desa Salamrejo, Sentolo, Kulon Progo, D.I Yogyakarta; Desa Ketapanrame, Trawas, Mojokerto, Jawa Timur. Ke-10 pemenang Desa BRILiaN Batch 1 tahun 2021 masing-masing mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan sebesar Rp 20 juta dan selanjutnya akan mendapatkan pendampingan dari BRI.

    Tercatat ada 2.062 kandidat desa yang diajukan, tapi untuk Batch 1 diseleksi menjadi 350 desa dan selanjutnya ada 287 Desa yang ikut bergabung mengikuti seluruh rangkaian kegiatan BRILiaN Batch 1 dari awal sampai akhir. Kemudian dari 287 Desa yang mengikuti kegiatan webinar Desa BRILiaN tersebut, dilakukan penilaian sehingga ditetapkan 10 besar pemenang Desa BRILiaN 2021 Batch 1.

    Beberapa kriteria yang ditetapkan telah dilaksanakan oleh 10 Desa terpilih selama periode seleksi maupun observasi seperti keaktifan peserta, kelengkapan adminstrasi dan kelembagaan, implementasi digitalisasi desa, kreativitas dalam memecahkan masalah serta mampu secara berkesinambungan meningkatkan kesejahteraan warga dengan sektor unggulan di masing-masing desa.

    Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengatakan, bahwa BRI memberikan penilaian secara objektif dan tentunya dengan melihat visi desa-desa tersebut ke depannya.

    “Semoga program ini menjadikan desa-desa lebih berdaya, mandiri dan menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi di daerah. Mari kita wujudkan mimpi kita bersama membangun Indonesia dari desa,” ucap Supari. 

    Executive Vice President Social Entrepreneurship & Incubation Division BRI Djoko Purwanto menambahkan, program Desa BRILiaN tidak luput dari kolaborasi lima unsur masyarakat yaitu Aparat Desa, Badan Permusyawaratan Desa, Bumdes, ibu-ibu PKK dan Pemuda Desa. Oleh karena itu, BRI juga turut mengapresiasi peran Bumdes, aparat desa dan ibu-ibu penggerak PKK yang ikut terlibat dalam program seleksi Desa BRILiaN terutama di masa-masa sulit akibat pandemi. 

    “Semoga dengan terpilihnya 10 pemenang Desa BRILiaN Batch 1 ini memberikan motivasi dan inspirasi bagi desa-desa lain sehingga muncul lagi jagoan-jagoan baru," ujarnya.

    Pihaknya juga berharap, kata Djoko, desa-desa yang akan ikut di batch berikutnya dapat mempersiapkan diri dengan baik termasuk konsep-konsep dan kreativitas yang bagus dan tentunya peserta yang ikut dapat mewakili seluruh wilayah di Indonesia.

    Sebagai informasi, program Desa BRILiaN BRI ini telah dimulai sejak tahun 2020 dan secara bertahap telah menghasilkan pemenang-pemenag yang berasal dari desa-desa di seluruh Indonesia. Untuk tahun 2021, BRI menargetkan sebanyak 1000 untuk berpartisipasi dalam program ini.

    Program Desa BRILiaN merupakan salah satu bentuk pendampingan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi desa dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Desa-desa didorong untuk tanggap terhadap perubahan, tangguh menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan, serta tetap inovatif di masa pandemi. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.