Menhub Minta 4 Dermaga di Pelabuhan Sumbawa Besar Disatukan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan keterangan dalam rilis penemuan CVR (Cockpit Voice Recorder Sriwijaya Air SJ-182 di Dermaga JICT 2, Jakarta Utara, Rabu, 31 Maret 2021. CVR adalah bagian penting dari kotak hitam atau black box pesawat yang merekam percakapan antara pilot dan kopilot selama berada di kokpit. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan keterangan dalam rilis penemuan CVR (Cockpit Voice Recorder Sriwijaya Air SJ-182 di Dermaga JICT 2, Jakarta Utara, Rabu, 31 Maret 2021. CVR adalah bagian penting dari kotak hitam atau black box pesawat yang merekam percakapan antara pilot dan kopilot selama berada di kokpit. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengunjungi Pelabuhan Badas di Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat. Ia meminta pengelolaan empat dermaga itu disatukan demi meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

    “Jadi ke depan hanya satu harga dan pemerintah yang mendapat PNBP saja,” kata Budi Karya, Jumat petang, 9 April 2021.

    Pelabuhan Badas memiliki empat dermaga yang dikelola dua pihak. Keduanya adalah Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub dan PT. Pelindo III.

    Menurut Budi Karya, setelah pengelolaan dermaga disatukan, PT Pelindo III bisa membangun kontainer-kontainer. Dengan keberadaan kontainer, proses bongkar muat barang menjadi cepat.

    Meski demikian, Budi Karya memastikan upaya ini tidak akan mengurangi tenaga kerja bongkar muat (TKBM). Jika bongkar muat dipercepat, ongkos logistik diyakini dapat diturunkan.

    "Produktivitas kapal yang tadinya menunggu lima hari bisa dipersingkat menjadi dua hari atau bahkan bisa satu hari,” ucap Budi Karya.

    Menhub melanjutkan, setelah tersedia kontainer, Sumbawa bisa meningkatkan kualitas komoditas jagungnya untuk dikirim ke daerah lain. Sebab, jagung akan lebih higienis dan tidak perlu dipilah-pilah lagi lantaran bercampur dengan batu.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA

    Baca juga: 3 Pelabuhan di NTB Tetap Beroperasi Usai Gempa Lombok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H