Terkini Bisnis: Utang Waskita Karya Rp 90 T hingga Pengecualian Larangan Mudik

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pembangunan box culvert 2x2 meter di sepanjang sisi barat Jalan D.I. Panjaitan, tampungan air dengan ukuran 16x4 meter, dan sumur resapan di sekitar proyek Tol Becakayu (Bekasi, Cawang, Kampung Melayu), Cawang, Jakarta Timur. Pembangunan dilakukan oleh kontraktor PT Waskita Karya usai terjadinya banjir di sekitar lokasi proyek pada Rabu, 3 April 2019. Sumber: Waskita Karya

    Suasana pembangunan box culvert 2x2 meter di sepanjang sisi barat Jalan D.I. Panjaitan, tampungan air dengan ukuran 16x4 meter, dan sumur resapan di sekitar proyek Tol Becakayu (Bekasi, Cawang, Kampung Melayu), Cawang, Jakarta Timur. Pembangunan dilakukan oleh kontraktor PT Waskita Karya usai terjadinya banjir di sekitar lokasi proyek pada Rabu, 3 April 2019. Sumber: Waskita Karya

    TEMPO.CO, Jakarta - Berita terkini ekonomi dan bisnis sepanjang Kamis pagi hingga siang, 9 April 2021 dimulai dari pernyataan Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Destiawan Soewardjono atas penyebab utang perusahaan yang mencapai Rp 90 triliun dan bunga utang Rp 4,7 triliun.

    Selain itu, informasi yang banyak dicari pembaca adalah riwayat Djoko Susanto, pendiri Alfamart yang tahun ini masuk dalam 10 besar daftar orang terkaya versi Forbes.

    Ada pula berita terkait larangan mudik Lebaran 2021. Kementerian Perhubungan memberikan pengecualian kepada sejumlah maskapai penerbangan, seperti Garuda Indonesia, Lion Air Group, Sriwijaya Air, Air Asia, dan lainnya dapat melayani penumpang, dalam keadaan khusus. Berikut ringkasan ketiga berita terkini:

    1. Bos Waskita Karya Beberkan 3 Penyebab Perusahaan Terbelit Utang Rp 90 Triliun

    Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Destiawan Soewardjono membeberkan penyebab perusahaan yang dipimpinnya kini terbelit utang yang sangat besar.

    Destiawan menjelaskan ada tiga faktor utama yang membuat Waskita Karya mencatat utang perusahaan mencapai Rp 90 triliun dan bunga utang Rp 4,7 triliun. Pertama, kegagalan proses divestasi lima ruas tol yang semula direncanakan rampung pada tahun lalu.

    "Akibat pandemi (Covid-19)ini, ada lima ruas yang gagal divestasi (tahun lalu) karena investor menunda," katanya dalam webinar bertajuk Mengukur Infrastruktur, Kamis, 8 April 2021.

    Padahal, Waskita Karya sebelumnya berancang-ancang setelah konstruksi jalan tol rampung dan beroperasi, perusahaan berencana melakukan divestasi. "Setelah itu, (dana hasil divestasi) kami putar lagi untuk investasi," ucap Destiawan.

    Soal lima ruas tol yang akan didivestasi tersebut kini diserahkan ke Indonesia Investment Authority (INA) akan mempercepat prosesnya. Waskita Karya tahun ini menambah empat ruas tol lainnya yang akan didivestasi. Penyelesaian divestasi sembilan ruas tol perseroan tersebut dapat melepas utang sekitar Rp 20 triliun dari buku perseroan.

    Baca berita selengkapnya di sini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.