Airlangga Hartarto: Suku Bunga KUR Diupayakan Tetap 3 Persen Sampai Akhir Tahun

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima audiensi dari para insan perfilman di Loka Kretagama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Jumat, 19 Maret 2021. Sejumlah insan perfilman yang hadir antara lain Triawan Munaf, Mira Lesmana, Dian Sastro, Wicky Olindo, Joko Anwar, Dewinta Hutagaol, Sunil Samtani, Chand Parwez dan Angga Dwimas Sasongko. FOTO/Kemenko Perekonomian

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima audiensi dari para insan perfilman di Loka Kretagama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Jumat, 19 Maret 2021. Sejumlah insan perfilman yang hadir antara lain Triawan Munaf, Mira Lesmana, Dian Sastro, Wicky Olindo, Joko Anwar, Dewinta Hutagaol, Sunil Samtani, Chand Parwez dan Angga Dwimas Sasongko. FOTO/Kemenko Perekonomian

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah mendorong bunga kredit usaha rakyat (KUR) sebesar 3 persen hingga akhir tahun ini.

    Pemerintah memberikan subsidi terhadap suku bunga KUR sehingga menjadi 3 persen hingga Juni mendatang, dari awalnya 6 persen. Sampai dengan 30 Juni 2021, penerima baru maupun debitur KUR dengan kolektabilitas 1 atau 2 pada masa penagihan subsidi bunga, mendapatkan tambahan subsidi bunga KUR sehingga hanya dibebankan 3 persen.

    Airlangga mengatakan hal tersebut adalah upaya pemerintah mendukung wirausaha yang memiliki kesulitan mendapatkan modal, khususnya alumni dari program Kartu Prakerja.

    “Berdasarkan survei dari kantor PMO Prakerja, bahwa tantangan utama bagi usahawan adalah terkait dengan permodalan, dan kemudian tentunya kami lihat permodalan ini salah satunya melalui pinjaman yaitu kredit usaha rakyat [KUR],” kata Airlangga Hartarto dalam ‘Sosialisasi Penguatan Wirausaha Alumni Program Kartu Prakerja Melalui Pembiayaan KUR’, Kamis, 8 April 2021.

    Adapun, pemerintah menganggarkan penyaluran KUR sebesar Rp 253 triliun pada tahun ini, dengan jumlah nasabah mendekati 6 juta nasabah. Sementara, kata Airlangga, realisasi KUR 2020 mencapai 104 persen atau Rp 198 triliun dari Rp 190 triliun.

    Selain itu, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) tersebut juga mengatakan pemerintah sedang melakukan review untuk menjadikan program KUR dengan besaran Rp 100 juta agar dijadikan bebas jaminan atau agunan.

    Politikus Partai Golkar tersebut juga mengingatkan bahwa KUR bukan merupakan bantuan sosial (bansos), sehingga mesti dibayar. “Nah, sekarang bunganya disubsidi pemerintah 3 persen, tentu ke depan pemerintah akan terus berupaya agar bunganya terus ditekan dan kami berharap bahwa dengan semakin banyaknya alumni bisa jadi pengusaha tangguh,” katanya.

    BISNIS

    Baca juga: Alumnus Program Kartu Prakerja Bisa Dapat KUR Hingga Rp 10 Juta, Simak Syaratnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H