Calon Ketua Kadin Arsjad Rasjid: Arab Saudi Ingin Datangkan Banyak Investor

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Ketua Umum Kadin yakni Direktur Utama Indika Energy Arsjad Rasjid saat Deklarasi Ketua Umum Kadin di Jakarta, Jumat, 26 Maret 2021. Tempo/Tony Hartawan

    Calon Ketua Umum Kadin yakni Direktur Utama Indika Energy Arsjad Rasjid saat Deklarasi Ketua Umum Kadin di Jakarta, Jumat, 26 Maret 2021. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.COJakarta - Calon Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia 2021-2025, Arsjad Rasjid, mengatakan Indonesia membuka pintu sangat lebar bagi para investor. Terlebih, kata dia, ada proyek besar negara yaitu pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur.

    Di tengah kondisi ini, Arsjad mengingatkan kerja sama perdagangan tidak harus selalu dengan Eropa. Menurut dia, Timur Tengah dan Afrika juga memiliki peluang yang besar.

    "Terlebih Arab Saudi ingin mendatangkan investor banyak karena adanya proyek pemindahan ibu kota," kata dia dalam keterangan resmi pada Kamis, 8 April 2021, usai acara peluncuran buku "Duta Antara Dua Kutub" karya Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Esam Abid Althagafi.

    Arsjad yang merupakan Presiden Direktur PT Indika Energy Tbk. ini sekarang sedang bersaing untuk menjadi orang nomor satu di Kadin Indonesia. Pesaingnya yaitu Direktur Utama PT Bakrie & Brothers Tbk. Anindya Novyan Bakrie.

    ADVERTISEMENT

    Dalam acara ini, Arsjad disebut-sebut mendapat dukungan untuk memimpin Kadin dari Esam Abid Althagafi. Tak hanya itu, dukungan disebut juga diberikan para duta besar negara Arab.

    Lebih jauh, Esam Abid Althagafi menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Muhammad Lutfi. Agendanya yaitu untuk melakukan kunjungan para pengusaha Arab Saudi ke Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.