Unilever Indonesia Luncurkan Muslim Centre of Excellence, Percontohan Pasar Global

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Unilever. REUTERS/Philippe Wojaze

    Logo Unilever. REUTERS/Philippe Wojaze

    TEMPO.COJakarta - PT Unilever Indonesia Tbk. resmi meluncurkan pusat inovasi produk bernama Unilever Muslim Centre of Excellence. Nantinya, pusat inovasi yang berbasis di Indonesia ini akan jadi percontohan bagi pasar Unilever secara global.

    "Karena Indonesia merupakan market yang konsumen muslimnya sangat beragam, dinamis, dan terus tumbuh dengan sangat signifikan," kata Presiden Direktur Unilever Indonesia, Ira Noviarti, dalam acara peluncuran pada Kamis, 8 April 2021.

    Peluncuran Muslim Centre of Excellence ini bagian dari dukungan Unilever terhadap pengembangan industri halal di Tanah Air. Selain itu, peluncuran ini juga sejalan dengan masterplan ekonomi syariah Indonesia 2019-2020.

    Dengan begitu, Unilever ikut menjalankan peran mendorong rantai nilai industri halal di tanah air. Caranya melalui berbagai inovasi kebutuhan konsumen di Indonesia yang mayoritas muslim.

    Nantinya, kata Ira, pusat inovasi ini akan menaungi halal collaboration hub yang bekerja sama dengan 6 pusat riset Unilever di tingkat global. Lalu, kerja sama dengan civitas akademik dalam dan luar negeri.

    Lewat kerja sama ini, maka Muslim Centre of Excellence ini bisa melakukan pengembangan produk, pembuatan, sampai uji coba ke konsumen. Agar, inovasi yang dilahirkan selaras dengan nilai-nilai yang dipegang seorang konsumen muslim.

    Sasarannya tak hanya konsumen muslim Indonesia saja, tapi juga global. Sehingga dalam pengembangannya, Muslim Centre of Excellence ini juga didukung oleh dewan penasehat. "Dengan sederetan tokoh muslim yang berkompeten," kata Ira.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya mengatakan kinerja industri halal dunia terus mengalami pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang 2019 misalnya, pengeluaran masyarakat global untuk belanja produk halal mencapai US$ 2,02 triliun atau tumbuh 3,2 persen (year-on-year/yoy).

    "Lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi dunia 2019 yang sebesar 2,3 persen," kata Sri Mulyani dalam acara peluncuran Unilever Muslim Centre of Excellence pada hari ini. 

    Baca: Bos Unilever Yakin Bisnis FMCG Benar-benar Pulih di Semester II 2021


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.