Luhut Bicara Rencana Pembukaan Rumah Sakit Internasional di Bali

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kanan) meninjau penanaman padi di lokasi Food Estate di Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Selasa 6 April 2021. Kunjungan kerja Menko Marves bersama Menteri Pertanian, Menteri PUPR dan Kepala Staf Kantor Kepresidenan Moeldoko tersebut dalam rangka untuk memastikan program Food Estate yang dikembangkan di Provinsi Kalimantan Tengah bisa terlaksana dengan baik. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kanan) meninjau penanaman padi di lokasi Food Estate di Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Selasa 6 April 2021. Kunjungan kerja Menko Marves bersama Menteri Pertanian, Menteri PUPR dan Kepala Staf Kantor Kepresidenan Moeldoko tersebut dalam rangka untuk memastikan program Food Estate yang dikembangkan di Provinsi Kalimantan Tengah bisa terlaksana dengan baik. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kembali menyinggung rencana pembukaan rumah sakit internasional di Bali. Pulau Dewata diwacanakan menjadi salah satu destinasi kesehatan untuk meningkatkan kualitas kunjungan wisatawan.

    “Rencana pengembangan health tourism dengan membuka rumah sakit internasional untuk penanganan penyakit spesifik, seperti kanker dan tumor, itu sudah ada,” ujar Luhut dalam acara Bali Economic and Investment Forum 2021 yang digelar secara virtual, Kamis, 21 April 2021.

    Menurut dia, beberapa investor telah menyatakan minat untuk menanamkan modal di sektor pariwisata kesehatan. Bila terealisasi, wisata kesehatan akan menyumbang kontribusi terhadap jumlah kunjungan pelancong yang masuk ke Indonesia.

    Luhut menyebut rencana ini merupakan strategi pengembangan pariwisata Bali dalam jangka menengah hingga panjang. Rencana pemerintah mengembangkan pariwisata berbasis kesehatan telah muncul sejak 2020.

    Pada Agustus 2020 lalu, Luhut mengatakan Indonesia merupakan negara asal wisatawan medis dengan jumlah 600 ribu orang atau terbesar di dunia mengalahkan Amerika Serikat dengan jumlah 500 ribu orang. Masyarakat Indonesia umumnya melakoni perjalanan medis ke Malaysia dan Singapura karena layanan kesehatan di dua negara itu murah serta menjanjikan kesembuhan yang lebih cepat.

    Apalagi bila dilihat dari potensinya, rata-rata spending atau pengeluaran wisatawan medis per orang mencapai US$ 3.000-10 ribu atau setara dengan Rp 42-140 juta (kurs Rp 14 ribu).  Lewat wisata medis, Indonesia diharapkan bisa melakukan diversifikasi ekonomi, menarik investasi luar negeri, dan membuka lapangan pekerjaan baru.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.