Antam Alokasikan Belanja Modal Rp 2,84 T pada 2021

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tambang nikel PT Aneka Tambang di Pulau Pakal, Halmahera Timur, Maluku Utara, September 2018.

    Tambang nikel PT Aneka Tambang di Pulau Pakal, Halmahera Timur, Maluku Utara, September 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk. atau Antam, mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure sebesar Rp 2,84 triliun pada 2021.

    "Untuk capex tahun ini akan spending Rp 2,84 triliun. Di antaranya untuk pengembangan yang bersifat rutin dan pengembangan usaha dalam bentuk proyek-proyek dan keperluan lainnya," kata SVP Corporate Secretary Antam Kunto Hendrapawoko dalam konferensi pers virtual, Rabu, 7 April 2021.

    Baca Juga: Antam Bagikan Dividen 35 Persen dari Laba 2020

    Sumber pendanaan dari belanja modal itu, kata dia, akan berasal dari kas internal dan eksternal. Menurutnya, Antam juga menjajaki sumber pendanaan dari eksternal yang memberikan cost of fund lebih kompetitif.

    "Capex Antam di 2021 selain didanai dari kas internal, Antam juga menjajaki sumber eksternal," ujarnya.

    Dia mengatakan capex digunakan untuk pengembangan rutin, pengembangan usaha, dan keperluan lainnya. Penggunaan terbesar, kata dia, untuk pengembangan usaha.

    Kunto mengatakan Antam dalam proses penyelesaian pabrik smelter feronikel di Halmahera saat ini. Antam, kata dia, juga memiliki kerja sama dengan Inalum dalam pengembangan proyek smelter grade alumina di Mempawah, Kalimantan Barat.

    Dia juga mengatakan selain ekspansi pengolahan mineral yang bersifat hilir, perseroan akan melakukan perluasan basis cadangan dan sumber daya. Serta, kata dia, perseroan menjalin kemitraan dalam mengembangkan produksi mineral olahan baru dari cadangan yang ada.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.