Semburan Teratasi, Pertamina Klaim Produksi Sumur PAM-235 Tarakan Meningkat

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah karyawan Pertamina sedang memperbaiki sumur tua untuk reaktivasi di Tarakan, Kalimantan Timur (9/2). REUTERS/Beawiharta

    Sejumlah karyawan Pertamina sedang memperbaiki sumur tua untuk reaktivasi di Tarakan, Kalimantan Timur (9/2). REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertamina EP Field Tarakan telah menangani natural flow atau semburan di sumur PAM-235, Senin, 5 April 2021. Setelah semburan diatasi, sumur PAM-235 berhasil diproduksikan secara normal kembali.

    “Setelah sumur PAM-235 diproduksikan kembali, terdapat peningkatan produksi dari semula 7 barel per hari menjadi 19 barel per hari. Kami harapkan setelah ini ada peningkatan produksi kembali bagi Field Tarakan,” ujar Krisna, General Manager Zona 10 Regional 3 Pertamina Sub Holding Upstream dalam keterangan tertulis, Rabu, 7 April 2021.

    Baca Juga: Ahli ITB Ungkap Cara Petir Tropis Bisa Membakar Kilang Pertamina Balongan

    Tim tanggap darurat saat ini fokus pada monitoring aktivitas sumur dan pembersihan sekitar sumur PAM-235. Secara paralel, tim tanggap darurat terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar untuk tidak beraktivitas berdekatan dengan sumur, fasilitas produksi, dan wilayah kerja operasional migas.

    Lebih lanjut, Krisna juga menambahkan bahwa tim telah melakukan prosedur gas test di sekitar area sumur untuk memastikan tidak adanya resiko keselamatan, dengan hasil pengukuran kandungan gas menunjukkan 0 persen, atau aman dari gas berbahaya dan beracun.

    Field Tarakan merupakan salah satu lapangan yang dikelola Pertamina Sub Holding Upstream dan termasuk ke dalam Zona 10. Dan produksi Field Tarakan, untuk minyak berada di angka 1.848 bph. Sedangkan produksi gas berkisar di angka 2,14 juta standar kaki kubik per hari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.