Luhut Undang Ahli Food Estate dari Rusia untuk Atasi Kebakaran Hutan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kiri) dan Kepala Staf Kantor Kepresidenan Moeldoko (kanan) berjalan saat mengunjungi lokasi Food Estate di Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Selasa 6 April 2021. Kunjungan kerja Menko Marves bersama Menteri Pertanian, Menteri PUPR dan Kepala Staf Kantor Kepresidenan Moeldoko tersebut dalam rangka untuk memastikan program Food Estate yang dikembangkan di Provinsi Kalimantan Tengah bisa terlaksana dengan baik. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kiri) dan Kepala Staf Kantor Kepresidenan Moeldoko (kanan) berjalan saat mengunjungi lokasi Food Estate di Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Selasa 6 April 2021. Kunjungan kerja Menko Marves bersama Menteri Pertanian, Menteri PUPR dan Kepala Staf Kantor Kepresidenan Moeldoko tersebut dalam rangka untuk memastikan program Food Estate yang dikembangkan di Provinsi Kalimantan Tengah bisa terlaksana dengan baik. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

    TEMPO.CO, Palangka Raya - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, penataan air di lokasi food estate di Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, menjadi kunci penting dalam mensukseskan pertanian sekaligus mencegah serta menanggulangi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

    "Pentingnya penataan air itu karena pada tahun 2015 di Kabupaten Pulang Pisau terjadi karhutla yang sangat parah. Itu hendaknya jangan terulang lagi," kata Luhut saat melakukan kunjungan ke lokasi Food Estate di Pulang Pisau, Selasa, 6 April 2021.

    Selain itu, lanjut dia, adanya rekayasa tata kelola air dan pengolahan naik turunnya air sangat penting untuk keberhasilan maupun efektivitas pertanian di lahan basah. Di mana Tata kelola dan naik turunnya air itu harus benar-benar dari hulu hingga hilir di lokasi food estate.

    Dia juga mengatakan Kemenko Marves telah mengundang ahli bidang food estate maupun bioteknologi pertanian di Indonesia, termasuk dari Rusia, mencari solusi agar kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas dapat dicegah dan ditanggulangi. Para ahli itu juga telah diminta untuk berkolaborasi dengan akademisi di Universitas Palangka Raya dalam mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan tersebut.

    "Biarlah nanti kita ini terbuka. Jadi kita membuka diri untuk saling mengoreksi dan saling memperbaiki terhadap apa yang akan dibuat. Dengan begitu, hasilnya yang akan dicapai benar-benar optimal dan sesuai harapan," kata Luhut.

    Mantan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) ini mengatakan mendapat perintah dari Presiden Joko Widodo, agar alat mesin pertanian yang digunakan di lokasi food estate, benar-benar hasil produksi Indonesia dan mudah digunakan oleh para petani serta murah dalam hal pemeliharaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H