Terkini Bisnis: Saham Bos Indofood di Emtek dan Rencana Ride-hailing AirAsia

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Di posisi keempat ada Anthoni Salim dengan grup usaha Salim bertengger di posisi keempat dengan nilai kekayaan US$ 5,9 miliar atau sekitar Rp 83 triliun atau naik dibanding tahun lalu sebesar US$ 5,5 miliar. Forbes.com

    Di posisi keempat ada Anthoni Salim dengan grup usaha Salim bertengger di posisi keempat dengan nilai kekayaan US$ 5,9 miliar atau sekitar Rp 83 triliun atau naik dibanding tahun lalu sebesar US$ 5,5 miliar. Forbes.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Berita terkini ekonomi dan bisnis sepanjang Selasa pagi, 6 April 2021, dimulai dari saham bos Indofood Anthoni Salim di Emtek berkurang menjadi 8,38 persen hingga berita bos AirAsia Tony Fernandes menjelaskan persaingan dengan Grab terkait rencanameluncurkan layanan ride-hailing di Malaysia.

    Adapula berita tentang Wakil Presiden Ma'ruf Amin akan meresmikan Pasar Rakyat Pariaman hari ini dan berita tentang Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani meminta pembayaran THR Idul Fitri 2021 diputuskan berdasarkan kondisi arus kas masing-masing perusahaan.

    Berikut empat berita terkini ekonomi dan bisnis sepanjang Selasa pagi.

    1. Saham Bos Indofood Anthoni Salim di Emtek Berkurang Menjadi 8,38 Persen

    PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. merampungkan aksi penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement senilai Rp 9,29 triliun. Kepemilikan Anthoni Salim di Emtek pun berkurang seiring dengan masuknya investor baru.

    Di Grup Salim, Anthoni Salim menjadi Direktur Utama PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP).

    Berdasarkan keterangan perseroan, emiten berkode saham EMTK itu telah melaksanakan private placement pada 31 Maret 2021. EMTK telah menerbitkan sebanyak 4,75 miliar saham baru dengan nominal Rp 20 per saham.

    Setelah aksi itu total jumlah modal yang ditempatkan dan disetor berubah menjadi 61.197.518.483 atau 61,19 miliar lembar saham. Seiring dengan aksi private placement tersebut komposisi pemegang saham lainnya telah terdilusi.

    Berdasarkan data kepemilikan saham per 31 Maret 2021, Eddy K. Sariaatmadja yang sebelumnya menggenggam 24,9 persen, terdelusi kepemilikannya menjadi 22,96 persen.

    Selain itu, kepemilikan saham Susanto Suwarto dari 12,61 persen menjadi 11,63 persen, PT Adikarsa Sarana 11,53 persen menjadi 10,63 persen, Anthoni Salim 9,08 persen menjadi 8,38 persen, Piet Yauri 8,84 persen menjadi 8,15 persen, Archipelago Investment Pte Ltd 8,06 persen menjadi 7,43 persen, dan PT Prima Visualindo 7,49 persen menjadi 6,9 persen.

    Baca berita selengkapnya di sini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H