Tips Jaga Keamanan Data Pribadi bagi Nasabah di Tengah Maraknya Asuransi Digital

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi asuransi. Pixabay

    Ilustrasi asuransi. Pixabay

    TEMPO.CO, Jakarta - Berkembangnya produk asuransi digital turut menyimpan risiko keamanan data pribadi para nasabah. Terdapat sejumlah langkah untuk menjaga data tersebut dari pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

    Chief Digital Officer Allianz Life Mike Sutton menjelaskan bahwa digitalisasi asuransi bukan hanya terjadi dalam proses bisnis. Produk-produknya pun turut berkembang.

    Beberapa produk yang marak ditawarkan secara digital antara lain asuransi kendaraan, rumah, kesehatan, asuransi perjalanan, hingga asuransi jiwa.
    Menurutnya, perkembangan itu sejalan dengan hasil riset Swiss Re Institute, yakni 76 persen masyarakat Indonesia tertarik untuk membeli produk asuransi digital. Platform yang paling banyak dipilih untuk mendapatkan produk asuransi itu adalah e-commerce dan fintech.

    Mike menilai bahwa kemudahan dari digitalisasi juga mengundang kekhawatiran akan keamanan, terutama terkait privasi data. Pada pertengahan 2020, 91 juta data pengguna internet diperjualbelikan melalui dark web seharga Rp 73,5 juta yang berisi informasi seperti nama, alamat, dan kontak pengguna. Hal tersebut dapat menjadi ancaman bagi pengguna dalam berbagai aktivitas online yang vital seperti transaksi, termasuk membeli asuransi.

    Risiko menjadi tinggi jika tidak didukung oleh peraturan dan sistem yang menunjang. “Sejak terjadinya pandemi Covid-19, masyarakat dipaksa melek digital dan bergantung pada teknologi digital hingga berujung pada meningkatnya kejahatan siber. Dengan memiliki sertifikasi ISO 27001 menunjukkan bahwa kami telah melakukan langkah-langkah pencegahan untuk melindungi informasi nasabah, mengelola risiko keamanan informasi dari ancaman siber, serta mencapai kepatuhan perlindungan informasi nasabah,” ujar Mike pada Minggu, 4 April 2021, melalui keterangan resmi.

    Risiko itu pun terungkap dalam survei perusahaan keamanan siber Kaspersky pada pertengahan 2020. Hasil riset tersebut mengungkapkan bahwa 40 persen konsumen dari Asia Pasifik menghadapi insiden kebocoran data pribadi yang diakses oleh orang lain tanpa persetujuan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.