Teten Ungkap UMKM Berdaya Saing Tak Cukup Hanya dengan Mutu Produk Konsisten

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki (tengah) berbincang dengan Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo (kanan) saat menghadiri acara peresmian M Bloc Space Fase Kedua di M Bloc, Jakarta, Jumat, 19 Maret 2021. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki (tengah) berbincang dengan Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo (kanan) saat menghadiri acara peresmian M Bloc Space Fase Kedua di M Bloc, Jakarta, Jumat, 19 Maret 2021. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki mengatakan terdapat dua upaya agar produk UMKM bisa mempunyai daya saing yang baik.  

    "Pertama dari segi mutu produk dan kedua dari supply mereka yang bisa konsisten standarnya termasuk juga kapasitasnya," kata Teten dalam penandatanganan MoU antara Smesco Indonesia dengan Accor Group yang disiarkan secara virtual, Sabtu, 3 April 2021.

    Dia mengatakan Smesco menyediakan tenaga-tenaga konsultan yang bisa dihubungi kapan saja lewat online dan offline untuk menjadi teman konsultasi bagi UMKM yang mau meningkatkan kualitas produknya.

    "Tentu kami juga punya pendekatan nanti untuk produk-produk tertentu yang membutuhkan, misalnya peralatan modern dalam produksinya supaya lebih baik, nah ini kita punya konsep tentang rumah produksi bersama," ujarnya.

    Dia berharap tahun ini konsep rumah produksi bersama mulai berjalan. Sehingga, kata dia, para UMKM kecil atau perorangan yang tidak sanggup membeli peralatan modern, bisa menggunakan secara maklun.

    Teten juga mengatakan kementerian punya konsep soal pusat-pusat bahan baku untuk UMKM. Konsep itu, nantinya dapat memudahkan UMKM membeli bahan baku menjadi lebih murah.

    "Ini sedang kami pikirkan, karena UMKM kan problemnya tidak bisa beli dalam jumlah besar, tapi kecil-kecil. Nah ini harus dimungkinkan seperti itu, kami sudah punya konsepnya. Mudah-mudahan ini segera jalan," kata Teten Masduki.

    BACA: Luhut Sebut Stimulus Rp 400 M untuk UMKM Dirilis 20 April

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.