Percepat Penanganan Dampak Kebakaran Kilang, Ini Strategi Pertamina

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim HSSE & Fire Fighter Pertamina berupaya memadamkan api pada kejadian insiden tangki Pertamina di Kilang Balongan RU VI, Indramayu pada Rabu 31 Maret 2021. Dok.Pertamina

    Tim HSSE & Fire Fighter Pertamina berupaya memadamkan api pada kejadian insiden tangki Pertamina di Kilang Balongan RU VI, Indramayu pada Rabu 31 Maret 2021. Dok.Pertamina

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) berupaya mempercepat penanganan dampak insiden Tangki Kilang Balongan dilakukan PT Pertamina (Persero) dengan melaksanakan sosialisasi dan verifikasi data laporan warga terdampak secara simultan. Data tersebut dihimpun melalui laporan warga terdampak kepada pengurus RT RW yang dikumpulkan ke Kecamatan.

    Hari ini sosialisasi terkait kegiatan verifikasi kerusakan rumah warga dilaksanakan di Desa Majakerta dengan melibatkan Muspika dan Pemda Indramayu. Sebelumnya, sosialisasi serupa telah dilaksanakan pada Jumat, 2 April 2021 di Desa Sukaurip, Balongan dan Tegalurung yang melibatkan berbagai pihak antara lain, Dinas PUPR Pemda Indramayu, Muspika Balongan dan Aparatur desa setempat.

    Dalam pertemuan tersebut, selain menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat, Pertamina juga menjelaskan upaya yang dilakukan perusahaan dalam menanggulangi insiden tangki T-301 Kilang Balongan sekaligus dampak yang timbul baik di bidang sosial, lingkungan serta properti warga.

    Unit Manager Communication Relation CSR RU VI Balongan Cecep Supriyatna menyampaikan bahwa atas insiden ini, Pemda Indramayu telah membentuk Tim Gabungan yang akan melakukan pendataan hingga verifikasi.

    "Tim gabungan sudah dibentuk oleh Pemda Indramayu dan kami bersama Tim akan melakukan pendataan dan verifikasi kerugian yang dialami warga. Pertamina akan bertanggung-jawab atas kerusakan yang timbul akibat insiden ini," ujar Cecep Supriyatna dalam keterangan tertulis, Sabtu, 3 April 2021.

    Menurut Cecep, sosialisasi dan pendataan dilakukan secara simultan di seluruh lokasi terdampak. Secara paralel, di lokasi yang sudah menyelesaikan sosialisasi dan pendataan, verifikasi segera dilakukan oleh Tim Gabungan yang terdiri dari Tim Teknis (PUPR dan KIMRUNG), Pertamina, TNI, POLRI, BPBD, Camat Kuwu, serta RW dan RT setempat.

    “Keseluruhan prosesnya kami lakukan secara simultan dan paralel bersama Tim Gabungan agar perbaikan bisa segera dilaksanakan,” kata Cecep.

    BACA: Menteri ESDM: Api di Tangki Kilang Balongan Pertamina Padam

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.