Ramai Keluhan Nasabah di Facebook, Begini Kata AIA Financial

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asuransi AIA. dok.AIA

    Asuransi AIA. dok.AIA

    TEMPO.CO, Jakarta – Chief Marketing Officer PT AIA Financial Lim Chet Ming menyampaikan klarifikasi atas beberapa pemberitaan keluhan nasabah perusahaannya di laman Facebook. Menurut Lim, perusahaan saat ini tengah mempelajari data keluhan dari para nasabah tersebut.

    "Nasabah selalu menjadi prioritas utama kami di AIA," kata Lim dalam keterangan kepada Tempo di Jakarta, Jumat, 2 April 2021.

    Sebelumnya, berbagai keluhan ini disampaikan oleh beberapa orang di grup Facebook. Salah satunya yaitu grup yang bernama "Korban Penipuan Asuransi AIA" yang memiliki anggota 5 ribu lebih.

    Saat ini, kata Lim, perusahaan terus memvalidasi nama-nama yang ada di forum tersebut. Tujuannya untuk memastikan siapa saja yang memang nasabah terdaftar mereka. "Serta yang sudah menyampaikan keluhannya melalui saluran komunikasi resmi," kata Lim.

    Lim memastikan, perusahaan berkomitmen untuk menangani dan menyelesaikan setiap keluhan yang diterima. Pada 2020 misalnya, Lim menyebut seluruh keluhan nasabah yang diterima secara resmi oleh AIA telah ditanggapi sesuai ketentuan yang berlaku.

    Lebih jauh, Lim kemudian mengimbau nasabah untuk menggunakan saluran komunikasi resmi AIA untuk menyampaikan keluhan dan kendala. Sehingga, kata dia, perusahaan dapat melayani nasabah dengan cepat, akurat dan menghindari kesimpangsiuran informasi.

    Menurut Lim, nasabah dapat menghubungi AIA Customer Care Line melalui telepon 1500980 atau (021) 3000 1 980 dan email id.customer@aia.com. "Dengan senang hati kami akan menerima dan melayani keluhan nasabah," kata dia.

    Baca: Prudential Jawab Soal Nasabah yang Mengaku Rugi dan Dokumen Dipalsukan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.