Tips Budidaya Sarang Burung Walet Rumahan

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sarang burung walet. Shutterstock

    Ilustrasi sarang burung walet. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Manfaat sarang burung walet yang sudah tidak diperlu diragukan lagi, menjadikannya salah satu komoditas yang diperhitungkan di Indonesia. Untuk penghasil sarang burung walet terbaik, Indonesia menjadi yang terbaik di dunia.

    Dengan tingginya peminat sarang burung walet Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo akan mendorong perluasan ekspor ke Benua Amerika dan Eropa. Sebelumnya Indonesia sudah menguasai pasar ini di Cina.

    "Selama ini, kita masih menguasai pangsa pasar ekspor untuk produk sarang burung walet ke negeri Cina, sehingga perlu didorong ke Benua Amerika dan Eropa," ujarnya.

    Dengan banyaknya minat terhadap sarang burung walet, semakin banyak petani rumahan yang membudidayakan Walet untuk diambil sarangnya. Walaupun butuh waktu yang cukup lama, namun hasil dari panen sarang burung walet sangat menjanjikan.

    Hal inilah yang membuat banyaknya budidaya walet rumahan. Bagi pembudidaya walet, hal pertama yang dipersiapkan adalah untuk membuat sarang dari walet itu sendiri. Ini bisa disiapkan dengan membuat sebuah ruangan kosong dengan pencahayaan yang minim agar walet mudah beradaptasi.

    Baca: Manfaat Sarang Burung Walet yang Bikin Harganya Selangit

    Untuk sarang ini biasanya dibuat di daerah yang minim akan kebisingan dan terpencil. Suhu di sarang tersebut sekitar 24-26 derajat celcius. Disertai kelembapan udara 80-95 persen. Selain itu buat suatu bangunan yang memiliki warna cerah, karena akan lebih mudah mengundang walet untuk masuk kedalam sarang tersebut.

    Pembudidaya dapat mengundang walet dengan bunyi-bunyian seperti suara burung walet. Tujuan dari diperdengarkannya suara tersebut adalah untuk menandai bahwa tempat tersebut sebagai habitat asli mereka.

    Setelah burung walet berhasil masuk dan sudah mulai terbiasa dengan habitatnya, Langkah selanjutnya adalah merawat dan memberi makan. Untuk pakannya bisa diberikan bahan makanan alami seperti, rayap, kumbang, semut, dan serangga bersayap lainnya. Burung walet yang menghasilkan sarang berkualitas mebutuhkan banyak asupan karbohidrat dan protein.

    Selain itu peternak perlu memperhatikan waktu walet berkembang biak. Biasanya burung ini akan berkembang biak ketika menginjak usia 4 tahun. Walet biasanya bertelur dua atau tiga butir dalam interval tiga hari. Inkubasi dimulai dari telur pertama, dan berlangsung hingga 19-20 hari.

    Setelah itu akan memasuki tahapan yang terakhir, yaitu panen sarang burung walet. Dalam dunia peternakan burung walet panen dibagi menjadi 3 yaitu, panen rampasan, buang telur, dan penetasan. Dengan cara penen tersebut biasanya peternak akan mengambil sarang-sarang walet tyersebut.

    GERIN RIO PRANATA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H