Bank Indonesia: Selain Vaksin, QRIS Game Changer Pemulihan Ekonomi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kiri) dan Wakil Direktur Utama BNI Anggoro Eko Cahyo (kanan) melakukan uji coba QRIS Customer Presented Mode atau CPM di Denpasar, Bali, Sabtu (29 Februari 2020). Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) telah menyiapka  Strategi dalam mendukung Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025. ASPI juga menyelesaikan penyusunan standar QRIS yang relatif lebih baik dari standar regional sejenis.

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kiri) dan Wakil Direktur Utama BNI Anggoro Eko Cahyo (kanan) melakukan uji coba QRIS Customer Presented Mode atau CPM di Denpasar, Bali, Sabtu (29 Februari 2020). Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) telah menyiapka Strategi dalam mendukung Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025. ASPI juga menyelesaikan penyusunan standar QRIS yang relatif lebih baik dari standar regional sejenis.

    TEMPO.CO, JakartaDirektur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Fitria Irmi Triswati menilai standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia atau Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) adalah salah satu "game changer" dalam upaya pemulihan ekonomi nasional.

    "Kita bisa lihat bahwa QRIS ini adalah "another game changer" selain vaksin, merupakan solusi dalam upaya pemulihan ekonomi nasional. Karena kita dapat melakukan pembayaran tanpa tatap muka atau juga bisa lebih cepat. Di masa pandemi ini, QRIS ini cukup merupakan solusi," ujar Fitria dalam sebuah seminar daring di Jakarta, Kamis 1 Maret 2021. 

    Fitria mengatakan, QRIS adalah salah satu dari 23 key deliverables dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 yang sudah berjalan sejak peluncurannya pada 17 Agustus 2019 dan mulai diimplementasikan secara penuh pada 1 Januari 2020 lalu.

    Selama lebih dari satu tahun implementasinya, QRIS telah diadopsi lebih dari 6,6 juta merchant di mana 94 persennya merupakan merchant pada kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

    "QRIS ini sudah diadopsi di seluruh nusantara. Kami menggunakan 46 Kantor Perwakilan BI di daerah untuk menyebarkan atau mensosialisaikan adopsi QRIS di mana saja, sehingga ini dapat membantu pemulihan ekonomi nasional lebih cepat," kata Fitria.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.