Sri Mulyani: Mencapai Indonesia Maju Tak Seperti Bangun Candi Roro Jonggrang

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani membacakan pandangan akhir Pemerintah atas RUU tentang APBN saat rapat paripurna ke-6 masa persidangan I tahun sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 29 September 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Keuangan Sri Mulyani membacakan pandangan akhir Pemerintah atas RUU tentang APBN saat rapat paripurna ke-6 masa persidangan I tahun sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 29 September 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan visi Indonesia maju tidak bisa dicapai dengan sendirinya dalam waktu singkat, melainkan membutuhkan persyaratan dan persiapan.

    "Walaupun kita dari kecil, mungkin teman-teman yang familiar dengan berbagai macam cerita tentang candi Roro Jonggrang yang bisa dibuat dalam waktu satu malam, mencapai Indonesia maju tidak seperti Candi Roro Jonggrang. Dia butuh persyaratan dan persiapan," ujar dia dalam webinar, Kamis, 1 April 2021.

    Baca Juga: Anggaran Vaksinasi Rp 130 T, Sri Mulyani: Setara 81 Kali Proyek SPAM Jatiluhur

    Persyaratan yang mesti dipenuhi, kata dia, antara lain adalah membangun kualitas sumber daya manusia, membangun infrastruktur, menjadi penemu teknologi, hingga memperbaiki kualitas birokrasi dari sisi produktifitas, pelayanan, dan tata kelola.

    Di samping itu, ia menilai Indonesia juga perlu menata ruang atau wilayah sebagai negara kepulauan. Mengingat, lautan Indonesia memiliki potensi luar biasa besar. Sri Mulyani berujar Indonesia juga perlu menggunakan sumber daya ekonomi, termasuk keuangan secara baik.

    "Ini prasyarat yang harus dipenuhi supaya mencapai Indonesia maju. Ini bukan hanya prasyarat untuk Indonesia. Semua negara kalau mau menjadi negara berpendapatan tinggi, sejahtera, dan adil, mereka harus menyiapkan strategi kebijakan seperti yang sudah tadi saya sampaikan," ujar dia.

    Ia mengingatkan bahwa visi Indonesia pada usia ke 100 tahun antara lain menjadi ekonomi dengan ukuran lima terbesar di dunia. Pada saat itu, Indonesia diproyeksikan memiliki 319 juta penduduk dengan 47 persennya berusia produktif. Selain itu, 73 persen masyarakat akan tinggal di perkotaan dan 70 persen adalah kelas menengah.

    Pendapatan per kapita pada 2045 pun diharapkan bisa membawa Indonesia masuk ke negara berpendapatan kelas menengah atas dengan didukung struktur perekonomian yang memiliki daya saing dan nilai tambah tinggi.

    "Apabila kita terus menjaga policy dan implementasi kebijakan ekonomi yang baik, yang sound, yang prudent, namun inovatif, kita bisa menjadi ekonomi dengan ukuran lima terbesar di dunia," ujar dia.

    Pada saat itu, kata Sri Mulyani, kue perekonomian pun diharapkan akan semakin maju, yaitu mayoritas produksi berasal dari sektor jasa bernilai tambah tinggi, bukan sektor jasa dengan nilai tambah rendah. "Ini adalah visi, cita-cita, tapi sekaligus merupakan suatu peta jalan bagi kita mencapai impian dan cita-cita yang harus disiapkan."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H