BPS Sebut Insentif PPnBM Bikin Harga Mobil Baru Turun di 46 Kota

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah model mobil Toyota yang mendapat diskon pajak relaksasi Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) mobil berlaku pada 1 Maret 2021. Setelah PPnBM nol persen, harga Toyota Avanza 1.3 E STD M/T sebesar Rp 187.600.000 yang memiliki selisih Rp 12.600.000 dibanding harga sebelumnya. Selain relaksasi PPnBM sejumlah dealer Toyota memberikan cashback yang nilainya Rp 5 juta hingga Rp 10 juta. Foto : Toyota

    Sejumlah model mobil Toyota yang mendapat diskon pajak relaksasi Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) mobil berlaku pada 1 Maret 2021. Setelah PPnBM nol persen, harga Toyota Avanza 1.3 E STD M/T sebesar Rp 187.600.000 yang memiliki selisih Rp 12.600.000 dibanding harga sebelumnya. Selain relaksasi PPnBM sejumlah dealer Toyota memberikan cashback yang nilainya Rp 5 juta hingga Rp 10 juta. Foto : Toyota

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik mencatat pemberlakuan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah atau PPnBM berdampak kepada turunnya harga mobil baru di beberapa kota.

    "Dari 90 kota IHK kami mencatat ada 46 kota yang terjadi penurunan harga. Tertinggi ada di Manado," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dala konferensi video, Kamis, 1 April 2021.

    Baca Juga: PPnBM Mobil Baru, Harga Toyota Fortuner Dikurangi Rp 40,7 Juta

    Setianto mengatakan ada beberapa merek mobil yang mengalami penurunan harga. Namun, ia tidak merincinya. Ia mengatakan penurunan harga terjadi pada mobil kelas 1.500 cc.

    "Ini sesuai PMK nomor 20 Tahun 2021 untuk meningkatkan daya beli masyarakat di sektor industri kendaraan bermotor, pemerintah menanggung penjualan atas barang mewah untuk kendaraan bermotor. PPnBM ini ditanggung pemerintah juga berdasarkan keputusan Menteri perindustrian 169 tahun 2021 dan mulai berlaku 1 Maret 2021," ujar Setianto.

    Dengan adanya penurunan harga itu, BPS mencatat mobil menyumbang deflasi cukup dominan pada Maret 2021. yaitu sebesar 0,03 persen. Sumbangan deflasi itu pun membawa inflasi bulan lalu tertahan di level 0,08 persen.

    Secara keseluruhan, kelompok transportasi pada bulan Maret mengalami deflasi 0,25 persen. Dari empat subkelompok di kelompok ini, dua subkelompok mengalai deflasi dan dua lainnya mengalai inflasi.

    Subkelompok yang mengalami deflasi antara lain subkelompok pembelian kendaraan sebesar 1,02 persen dan subkelompok jasa angkutan penumpang sebesar 0,1 persen. Adapun subkelompok yang mengalai inflasi antara lain subkelompok pengoperasian peralatan transportasi pribadi sebesar 0,02 persen dan subkelompok jasa pengiriman barang sebesar 0,01 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.