BPS Sebut Inflasi Maret 2021 0,08 Persen, Terkerek Cabai Rawit hingga Upah ART

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung memilah cabai rawit di salah satu kios di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Senin, 11 Januari 2021. Menurut Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, bahwa penyumbang utama inflasi secara bulanan yaitu cabai rawit sebesar 0,09 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    Pengunjung memilah cabai rawit di salah satu kios di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Senin, 11 Januari 2021. Menurut Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, bahwa penyumbang utama inflasi secara bulanan yaitu cabai rawit sebesar 0,09 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat inflasi pada Maret 2021 sebesar 0,08 persen. Adapun tingkat inflasi tahun kalender atau sejak Januari hingga Maret 2021 sebesar 0,44 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 1,37 persen.

    Komponen inti pada Maret 2021, menurut BPS, mengalami deflasi sebesar 0,03 persen. Adapun tingkat inflasi komponen inti tahun kalender 2021 sebesar 0,23 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun sebesar 1,21 persen.

    Baca Juga: Manfaat Investasi Emas Atau Logam Mulia, Salah Satunya Menaklukkan Inflasi

    "Inflasi ini kalau kita lihat menurut pengeluaran ini diakibatkan oleh makanan, minuman dan tembakau yang masih memberi andil inflasi cukup besar sebesar 0,1 persen," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam konferensi video, Kamis, 1 April 2021. Adapun sektor transportasi disebut berperan menahan laju inflasi bulan Maret dengan andil deflasi sebesar 0,03 persen.

    Komoditas yang dominan memberi sumbangan inflasi antara lain cabai rawit sebesar 0,04 persen, bawang merah sebesar 0,02 persen, serta daging ayam ras, ikan segar, bawang putih, dan ikan diawetkan masing-masing 0,01 persen. Di samping itu, upah asisten rumah tangga juga menyumbang inflasi 0,01 persen.

    Sementara, komoditas yang dominan memberikan andil deflasi, antara lain mobil 0,03 persen, emas perhiasan dan cabai merah 0,02 persen, serta beras 0,01 persen.

    Setianto mengatakan dari 90 kota pemantauan Indeks Harga Konsumen, 58 kota mengalami inflasi dan 32 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Jayapura sebesar 1,07 persen dan terendah terjadi di Tangerang dan Banjarmasin, masing-masing sebesar 0,01 persen.

    Sementara itu, deflasi tertinggi terjadi di Baubau sebesar 0,99 persen dan terendah terjadi di Palopo sebesar 0,01 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H