Strategi Bisnis Perhotelan 2021, Paket Staycation hingga Hemat Tenaga Kerja

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hotel. booking.com

    Ilustrasi hotel. booking.com

    TEMPO.CO, JakartaPerhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan kembali hunian perhotelan dan kunjungan wisata setelah pada 2020 terdampak pandemi COVID-19.

    "Langkah pertama yang kami lakukan adalah mendorong anggota PHRI untuk menerapkan protokol kesehatan dan mengupayakan sebanyak mungkin mendapatkan sertifikasi CHSE atau kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kenyamanan lingkungan," kata Sekjen PHRI Maulana Yusran di Padang, Rabu, 31 Maret 2021.

    Menurutnya selama 2020 angka rata-rata tingkat hunian hotel di Indonesia hanya mencapai 34,30 persen atau turun dibandingkan 2019 yang mencapai 53,80 persen.

    Selain menerapkan protokol kesehatan pihaknya juga berupaya agar semua tenaga kerja hotel dan restoran segara divaksin karena mereka bekerja di sektor publik.

    "Secara nasional jumlah pekerja hotel dan restoran yang terdata oleh Kemenkes mencapai 121.485 orang dan di Sumbar sebanyak 2.300 orang," kata dia.

    Kemudian pihaknya juga menggelar kampanye bepergian dengan aman serta melakukan adaptasi penjualan paket akomodasi di masa pandemi COVID-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.