YLKI Ungkap Kasus Tes GeNose Positif, tapi Negatif Saat Tes Ulang dengan PCR

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan memeriksa sampel tes cepat dengan alat GeNose C19 saat simulasi di Lobby Baru Terminal 1 Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis 25 Maret 2021. Simulasi penggunaan GeNose C-19 yang di ikuti 150 orang karyawan Angkasa Pura I Kantor Cabang Bandara Juanda dan komunitas bandara tersebut digelar sebagai tahap persiapan operator bandara sebelum GeNose C-19 diterapkan secara terbatas di empat bandara mulai 1 April mendatang. ANTARA FOTO/Umarul Faruq

    Petugas kesehatan memeriksa sampel tes cepat dengan alat GeNose C19 saat simulasi di Lobby Baru Terminal 1 Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis 25 Maret 2021. Simulasi penggunaan GeNose C-19 yang di ikuti 150 orang karyawan Angkasa Pura I Kantor Cabang Bandara Juanda dan komunitas bandara tersebut digelar sebagai tahap persiapan operator bandara sebelum GeNose C-19 diterapkan secara terbatas di empat bandara mulai 1 April mendatang. ANTARA FOTO/Umarul Faruq

    TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia atau YLKI Tulus Abadi mengungkapkan pernah ada kasus positif palsu pada tes Covid-19 dengan GeNose yang dialami seorang penumpang kereta api jarak jauh. Kejadian tersebut berlangsung pada Februari lalu.

    “Waktu itu Ketua Lembaga Konsumen Jawa Timur yang mengalami. Hasil GeNose-nya dinyatakan positif, tapi konsumen tidak percaya dan tes ulang dengan PCR, ternyata hasilnya negatif,” ujar Tulus saat dihubungi pada Rabu, 31 Maret 2021.

    Tulus mengatakan peristiwa tersebut mirip dengan kasus-kasus yang terjadi pada hasil rapid test antibodi yang saat ini sudah tidak berlaku di simpul transportasi. Alat tersebut dinilai tidak memiliki tingkat akurasi yang mumpuni untuk mendeteksi virus corona dalam tubuh seseorang. “Memang tidak 100 persen tingkat akurasinya,” ujar dia.

    Tulus mengimbau penumpang yang akan melakukan perjalanan untuk melakukan tes berlapis menggunakan alternatif pengecekan lain, seperti tes rapid antigen dan tes usap dengan metode PCR.

    “Sebaiknya dites ulang agar lebih presisi. Bagaimana pun level akurasi tes GeNose masih di bawah tes antigen,” ujar Ketua YLKI tersebut.

    Di samping itu, Tulus mengingatkan pemerintah untuk menyusun aturan yang lebih ketat pada pelaksanaan tes GeNose agar tidak menimbulkan mata rantai baru penularan virus corona. Sebab, pada 1 April nanti, pemerintah akan memperluas penggunaan GeNose di angkutan lainnya, seperti sektor udara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.