BI Terus Dorong Transformasi Ekonomi dan Keuangan Syariah

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Kedua dari kiri) Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Suhaedi dan Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center Sapta Nirwandar (ketiga dari kiri) saat mengumumkan rencana gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2019 di Jakarta Convention Center, 12-17 November 2019 di Kompleks Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis 17 Oktober 2019. Tempo/Dias Prasongko

    (Kedua dari kiri) Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Suhaedi dan Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center Sapta Nirwandar (ketiga dari kiri) saat mengumumkan rencana gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2019 di Jakarta Convention Center, 12-17 November 2019 di Kompleks Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis 17 Oktober 2019. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan BI terus mendorong transformasi ekonomi dan keuangan syariah atau EKSyar sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

    "Transformasi EKSyar dilakukan secara optimal untuk berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional," kata Perry Warjiyo dalam peluncuran buku Laporan Ekonomi dan Keuangan Syariah (LEKSI) 2020 secara virtual, Rabu, 31 Maret 2021.

    Baca Juga: Populasi 184 Juta Muslim di 2025, Erick Thohir: Potensi Besar Keuangan Syariah

    Perry mengatakan publikasi LEKSI 2020 sebagai bagian dari dukungan nyata Bank Indonesia dalam pengembangan EKSyar nasional. Tema yang diangkat pada laporan tersebut adalah Bersinergi Membangun Ekonomi dan Keuangan Syariah. Tema tersebut dipandang sangat tepat untuk memperkuat momentum pemulihan ekonomi nasional, termasuk EKSyar seiring dengan adanya pandemi Covid-19.

    LEKSI tidak hanya memberikan gambaran umum kondisi EKSyar di Indonesia, tetapi juga dapat membantu perumusan serta evaluasi kebijakan pengembangan EKSyar nasional. 

    Transformasi EKSyar ditempuh melalui pengembangan ekosistem rantai nilai halal (halal value chains) di sektor-sektor unggulan, sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Prinsip dasar EKSyar pada dasarnya adalah mendorong optimalisasi pemanfaatan semua sumber daya dan teknologi, yang akan selalu berujung pada aktivitas ekonomi produktif.

    Dalam hal ini, kata dia, peran kebijakan EKSyar dalam pemulihan ekonomi nasional berjalan melalui tiga hal. Pertama, melalui perannya sebagai bagian dari bauran kebijakan utama Bank Indonesia, termasuk dalam sinergi antarotoritas. Kedua, melalui perannya dalam mendukung ketahanan usaha syariah melalui pemberdayaan ekonomi syariah yang berdasarkan prinsip kemitraan, baik pada UMKM syariah, maupun pada unit ekonomi pesantren.

    Ketiga, melalui perannya dalam optimalisasi keuangan sosial syariah (zakat, infak, sedekah, dan wakaf) sesuai dengan prinsip penggunaannya, yang secara inklusif memitigasi peningkatan kemiskinan dan melebarnya ketimpangan.

    Adapun LEKSI merupakan salah satu program untuk meningkatkan literasi keuangan syariah di Indonesia sekaligus sebagai media untuk menunjukkan komitmen dan dukungan nyata Bank Indonesia dalam proses transformasi dan pengembangan EKSyar di Indonesia. LEKSI berisi detail berbagai informasi namun secara garis besar dapat dikelompokkan berdasarkan empat besaran yaitu kebijakan pengembangan EKSyar, perkembangan dan program EKSyar, perkembangan dan program keuangan syariah, serta edukasi dan sosialisasi EKSyar.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H