Soal Listrik Panas Bumi, Ahok: Energi Terbarukan Masa Depan Bisnis Pertamina

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisaris Utama Pertamina ini melaporkan akun Instagram @ito.kurnia, yang kerap mengunggah konten yang dianggap telah mencemarkan nama baik keluarganya. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Komisaris Utama Pertamina ini melaporkan akun Instagram @ito.kurnia, yang kerap mengunggah konten yang dianggap telah mencemarkan nama baik keluarganya. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan energi baru terbarukan adalah masa depan bisnis perseroan, karena itu strategi pengembangan listrik ramah lingkungan, terkhusus dari panas bumi harus terus didukung sebagai sumber energi alternatif.

    "Energi baru dan terbarukan adalah masa depan bisnis Pertamina, karena itu pengembangan panas bumi sebagai salah satu sumber energi alternatif dan bersih merupakan salah satu yang perlu didukung dan didorong untuk terus tumbuh,” kata Ahok seperti dikutip Antara, 31 Maret 2021. 

    Anak usaha Pertamina, PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), menargetkan pertumbuhan dua kali lipat pembangkit listrik energi baru dan terbarukan yang bersumber dari panas bumi dengan total kapasitas terpasang sebesar 1,1 GigaWatt pada tahun 2026.

    "Dalam lima tahun ke depan, kami berupaya untuk mencapai target kapasitas terpasang own operation sebesar 1,1 Giga Watt," kata CEO Subholding Power & New Renewable Energy PGE Dannif Danusaputro Rabu.

    Saat ini kapasitas terpasang panas bumi yang dioperasikan sendiri oleh PGE tercatat sebesar 672 MegaWatt. Dalam upaya meningkatkan pertumbuhan listrik ramah lingkungan, perseroan akan memaksimalkan potensi panas bumi di 15 wilayah kerja yang tersebar di seluruh Indonesia.

    Di samping pengoperasian sendiri, pengelolaan panas bumi juga dilakukan bersama mitra melalui joint operation contract dengan kapasitas terpasang sebesar 1,2 GigaWatt.

    Keseluruhan pengelolaan panas bumi tersebut guna menjamin pemenuhan energi bersih bagi masyarakat di masa depan.

    "Dengan dukungan semua pemangku kepentingan, pengembangan panas bumi terus dilakukan secara optimal, termasuk melalui skema kemitraan," kata Dannif.

    Merujuk data Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), potensi panas bumi di Indonesia termasuk yang terbesar di dunia dengan potensi sebesar 29,5 GigaWatt ekuivalen.

    Meskipun kaya sumber panas bumi, kapasitas terpasang di Indonesia hanya mencapai 2,1 GigaWatt dan menduduki posisi kedua di dunia. Posisi pertama ditempati Amerika Serikat yang memiliki kapasitas terpasang listrik panas bumi sebesar 3,6 GigaWatt.

    PGE berkomitmen untuk berupaya meningkatkan produksi energi ramah lingkungan bidang panas bumi dalam program bauran energi nasional sebesar 23 persen pada tahun 2025.

    Saat ini anak usaha Pertamina tersebut telah berkontribusi sekitar 88 persen dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia dengan potensi pengurangan emisi karbondioksida sebesar 9,5 juta ton per tahun.

    ANTARA 

    Baca juga: ESDM: Realisasi Investasi EBTKE Tahun 2020 Capai 70 Persen


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H