Lelang Tujuh Seri Surat Utang, Pemerintah Serap Rp 4,75 Triliun

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuanan Luky Alfirman saat meluncurkan surat utang berharga negara (SBN) syariah seri Sukuk Tabungn ST-003 di Restoran Bunga Rampai, Jakarta Pusat, Jumat 1 Februari 2019. TEMPO/Dias Prasongko

    Direktur Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuanan Luky Alfirman saat meluncurkan surat utang berharga negara (SBN) syariah seri Sukuk Tabungn ST-003 di Restoran Bunga Rampai, Jakarta Pusat, Jumat 1 Februari 2019. TEMPO/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, JakartaPemerintah menyerap dana sebesar Rp4,75 triliun dari lelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN) di pasar perdana dengan penawaran masuk mencapai Rp33,95 triliun. 

    "Realisasi lelang ini jauh di bawah target indikatif yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp30 triliun," dikutip dari keterangan pers Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Jakarta, Selasa, 30 Maret 2021.

    Untuk seri SPN12210701, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp0,4 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 3,09833 persen.

    Penawaran masuk untuk seri dengan tenor tiga bulan ini mencapai Rp0,45 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk mencapai 3,05 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk 3,15 persen.

    Untuk seri SPN12220331, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp0,6 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 3,336 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.