Aksi Bisnis Pengusaha RI di Klub Bola: Kaesang, Raffi Ahmad, hingga Erick Thohir

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka (tengah) saat bersama pemegang saham yang baru Persis Solo Kaesang Pangarep (dua dari kanan), Mahendra Agakhan Thohir (paling kanan), Kevin Nugroho dan pelatih Persis Solo Eko Purjiyanto (paling kiri), di Stadion Manahan Solo, Sabtu, 20 Maret 2021. (ANTARA/Bambang Dwi Marwoto)

    Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka (tengah) saat bersama pemegang saham yang baru Persis Solo Kaesang Pangarep (dua dari kanan), Mahendra Agakhan Thohir (paling kanan), Kevin Nugroho dan pelatih Persis Solo Eko Purjiyanto (paling kiri), di Stadion Manahan Solo, Sabtu, 20 Maret 2021. (ANTARA/Bambang Dwi Marwoto)

    Jakarta - Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah aksi bisnis dilakukan pengusaha Indonesia dengan klub sepak bola. Mulai Kaesang Pangarep, Raffi Ahmad, hingga duet Erick Thohir dan Anindya Bakrie.

    Aksi bisnis di Indonesia dilakukan sejalan dengan bergulirnya kembali kompetisi sepak bola tanah air lewat Piala Menpora 2021, hingga Liga 1 dan 2 Indonesia yang akan segera dimulai.

    Tempo merangkum sejumlah aksi bisnis tersebut, berikut di antaranya:

    1. Pieter Tanuri
    Pada 18 Maret 2021, konglomerat pemegang saham utama PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA), Pieter Tanuri, menambah kepemilikan sahamnya di perusahaan pengelola klub sepak bola Bali United itu. Pieter membeli tambahan 8,92 juta lembar saham dengan harga penjualan per saham di rentang Rp 324.

    Jika dikalkulasikan, total transaksi mencapai Rp2,88 miliar. Dengan demikian, kepemilikan Pieter di klub yang berlaga di Liga 1 Indonesia ini pun meningkat 31,88 persen 32,03 persen.

    "Status kepemilikan saham langsung," kata Sekretaris Perusahaan BOLA Yohanes Ade Bunian Moniaga dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 26 Maret 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.