Menteri Syahrul Yasin Limpo Buka Opsi Gunakan Lahan Hutan untuk Tanam Kedelai

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melihat kedelai yang sedang diolah saat meninjau pabrik pembuatan tempe di Komplek KOPTI Semanan, Kalideres, Jakarta, Kamis, 7 Januari 2021. Secara bersamaan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meluncurkan operasi pasar untuk menekan harga kedelai di pasaran yang saat ini mengalami kenaikan dan dalam operasi pasar ini, kedelai akan dijual ke pengrajin seharga Rp 8.500 per kilogram (kg) dan diupayakan bertahan selama 100 hari ke depan. Tempo/Tony Hartawan

    Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melihat kedelai yang sedang diolah saat meninjau pabrik pembuatan tempe di Komplek KOPTI Semanan, Kalideres, Jakarta, Kamis, 7 Januari 2021. Secara bersamaan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meluncurkan operasi pasar untuk menekan harga kedelai di pasaran yang saat ini mengalami kenaikan dan dalam operasi pasar ini, kedelai akan dijual ke pengrajin seharga Rp 8.500 per kilogram (kg) dan diupayakan bertahan selama 100 hari ke depan. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo membuka opsi menggunakan lahan hutan untuk menanam kedelai. Kementerian saat ini masih mengejar peningkatan produksi kedelai untuk mencegah lonjakan harga komoditas di pasar.

    “Sepanjang (lahan) itu sudah clear, kalau ada petaninya, clear lahannya, kami masuk. (Penduduk) kita 270 juta lebih, kita butuh (peningkatan produksi kedelai) dan apalagi kalau bisa masuk ke lahan-lahan tertentu,” ujar Syahrul dalam rapat bersama Komisi IV DPR yang ditayangkan melalui TV Parlemen, Senin, 29 Maret 2021.

    Kementerian Pertanian tengah melaksanakan program untuk meningkatkan produksi kedelai dalam waktu 200 hari. Program berjalan sejak awal tahun setelah terjadi peningkatan harga kedelai dan produk-produk hasil olahannya di tingkat pedagang.

    Syahrul menjelaskan, sembari menjalankan program yang sudah ada, Kementerian terus menyiapkan lahan-lahan baru yang bakal ditanami kedelai. Namun, pemanfaatan tanah sebagai lahan pertanian harus melalui pertimbangan karena akan berproduksi secara terus-menerus.

    “Tetap saja lahan pertanian bukan seperti proyek yang selesai lalu tahun depan pindah. Ini harus dijaga terus,” katanya.

    Sementara itu terkait masa tanam kedelai, Syahrul menyebut petani menghadapi tantangan utama berupa hama. Di musim hujan, tantangan ini pun lebih berat karena lahan kedelai rentan diserang tikus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.