Luhut Berharap Bali Dapat 1,5 Juta Vaksin AstraZeneca Bulan Depan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Melansir situs KPK pada Rabu 22 Juli 2020, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 1 Mei 2020. Dilihat dari data LHKPN, Luhut memiliki harta kekayaaan mencapai Rp 677.4 miliar. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Melansir situs KPK pada Rabu 22 Juli 2020, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 1 Mei 2020. Dilihat dari data LHKPN, Luhut memiliki harta kekayaaan mencapai Rp 677.4 miliar. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Bali akan mendapatkan 1,5 juta dosis vaksin AstraZeneca dalam waktu dekat.

    “Saya baru saja mendapat kabar dari Jakarta, kami akan berbicara kepada Gubernur terkait vaksin AstraZeneca akan lebih banyak untuk Bali. Jadi kami harap Bali bisa memperoleh 1,5 juta vaksin. Harapannya di bulan ini atau bulan depan,” kata Luhut dalam Bali Investment Forum 2021 yang disiarkan secara virtual, Jumat, 26 Maret 2021.

    Dia mengatakan program vaksinasi ini bertujuan untuk menekan penyebaran Covid-19 di Pulau Dewata dan mendorong jumlah wisatawan domestik.

    “Pariwisata, salah satu sektor terpenting bagi kami. Tapi sekali lagi, Bali adalah salah satu targetnya. Jadi kami akan terus berupaya keras,” ujarnya.

    Luhut mengatakan turis domestik sangat penting bagi Indonesia karena 90 persen turis Indonesia berasal dari turis domestik. Ditambah, kata dia, saat ini jumlah kelas menengah Indonesia sekitar 55 persen.

    “Bagi kami, wisatawan internasional sangat penting. Tapi jika kami bisa meningkatkan lebih banyak wisatawan domestik, itu juga bisa membantu sektor pariwisata,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.