Sambung Menyambung Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Begini Perjalanannya

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampakan bagian dalam terowongan 1 proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di Jakarta, 28 Juni 2020. Kereta api kecepatan tinggi ini diklaim dapat memangkas perjalanan dari sebelumnya lebih dari tiga jam menjadi sekitar 40 menit dengan kecepatan 350 kilometer per jam. Xinhua/Du Yu

    Penampakan bagian dalam terowongan 1 proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di Jakarta, 28 Juni 2020. Kereta api kecepatan tinggi ini diklaim dapat memangkas perjalanan dari sebelumnya lebih dari tiga jam menjadi sekitar 40 menit dengan kecepatan 350 kilometer per jam. Xinhua/Du Yu

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam beberapa waktu terakhir, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sedang menuai sorotan. Mulai dari perombakan direksi konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia-Cina atau KCIC sampai biaya pembangunan yang membengkak.

    Tempo mencoba merangkum kembali perjalanan proyek ini sejak mulai dikerjakan pada awal 2017 atau 4 tahun yang lalu.

    1. KCIC Berdiri Oktober 2015

    Untuk membangun proyek ini, perusahaan patungan dibentuk antara konsorsium BUMN melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan konsorsium perusahaan perkeretaapian Cina melalui Beijing Yawan HSR Co.Ltd. Konsorsium ini dapat pengesahan dari Menteri Hukum dan HAM pada 20 Oktober 2015.

    2. Groundbreaking 21 Januari 2016

    Pada 2016, proyek ini ditetapkan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional pemerintah dalam Peraturan Presiden Nomor 3 tahun 2016 tentang Percepatan Proyek Strategis Nasional. Kemudian, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menetapkan trase kereta.

    Tak hanya itu, Budi Karya juga menebitkan izin pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung secara utuh sepanjang 142,3km. Hingga akhirnya pada 21 Januari 2016, Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan groundbreaking proyek.
    "Ini adalah kerja sama besar antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Tiongkok," kata Jokowi saat itu.

    3. Pembangunan Dimulai April 2017

    Pada 4 April 2017, KCIC dan High Speed Railway Contractor Consortium (HSRCC) menandatangani kontrak EPC (Engineering, Procurement, and Construction) untuk proyek ini. Direktur Utama KCIC saat itu Hanggoro Budi Wiryawan, mengatakan rancangan EPC dibahas dengan sangat berhati-hati sebelum disepakati.

    "Semoga penandatanganan menjadi awal yang baik," katanya di Gedung WIKA, Jakarta, Selasa, 4 April 2017. Ia mengatakan kontraktor akan mulai bekerja setelah penandatanganan tersebut. Ia berharap pembangunan bisa berjalan dengan baik, memenuhi kualitas, dan tepat waktu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H