Bakamla Tangkap Dua Kapal Ikan Asal Malaysia di Selat Malaka karena Curi Ikan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pemantauan di Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) Bakamla, Jakarta, Rabu, 30 Desember 2020. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh telah meminta Indonesia untuk memberikan rincian tentang penyitaan kapal tanker berbendera negaranya. ANTARA/M Risyal Hidayat.

    Suasana pemantauan di Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) Bakamla, Jakarta, Rabu, 30 Desember 2020. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh telah meminta Indonesia untuk memberikan rincian tentang penyitaan kapal tanker berbendera negaranya. ANTARA/M Risyal Hidayat.

    TEMPO.CO, Jakarta Kapal Bakamla KN Bintang Laut 401 menangkap dua unit kapal pencuri ikan asal Malaysia di sekitar Selat Malaka, Perairan Pulau Rupat Provinsi Riau, Rabu. 

    "Petugas Bakamla di KN Bintang Laut 401 turut mengamankan 10 anak buah kapal dengan muatan berkisar 500 kilogram ikan campuran di dalam kapal itu," menurut keterangan pers Bakamla, Rabu 24 Maret 2021.

    Direktur Operasi Laut (Diropsla) Bakamla RI Laksma Bakamla Suwito selaku Pelaksana Harian (Palakhar) Operasi Laut Bakamla RI mengatakan KN Bintang Laut 401 mendapat kontak mencurigakan di layar radar, saat sedang melaksanakan patroli dalam operasi keamanan dan keselamatan laut dengan sandi operasi Garda Nusa V.

    Begitu mendapat kontak mencurigakan, Komandan KN Bintang Laut 401 Letkol Margono segera melakukan pendekatan dan mendapatkan Kapal ikan Malaysia sedang menarik jaring, menangkap ikan tanpa izin.

    Kapal ikan asing itu memutus jaring dan berusaha melarikan diri, saat mengetahui kehadiran kapal patroli Bakamla. Namun upaya kedua kapal tersebut dapat dihentikan petugas KN Bintang Laut 401.

    Saat ini, petugas masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui potensi pelanggaran lain, khususnya demi mencegah penyelundupan narkoba ke Indonesia melalui perairan Selat Malaka.

    Kedua kapal tangkapan tersebut rencananya akan dibawa Bakamla ke Dumai untuk menjalani proses lebih lanjut.

    BACA: Mahfud Md Minta Bakamla Perbaiki Tata Kelola Keuangan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.