Mendag: Produk-produk RI Harus Membanjiri Pasar Lokal

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi. Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

    Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi. Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.COJakarta - Menteri Perdagangan atau Mendag Muhammad Lutfi meminta pelaku usaha dalam negeri, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM, menjalin kerja sama dengan e-commerce untuk meningkatkan transaksi penjualannya. Ia menyebut platform digital bisa menjadi peluang bagi merek-merek lokal untuk mempromosikan produknya di tengah keterbatasan akses pasar.

    “Produk-produk kita (Indonesia) harus mampu membanjiri pasar lokal dan pengusaha kita harus makin ekspansif untuk memenangi persaingan domestik,” ujar Lutfi dalam acara diskusi virtual dengan Tokopedia, Rabu, 24 Maret 2021.

    Menurut Lutfi, Indonesia memiliki pasar yang besar untuk sektor ekonomi digital. Pada 2020, nilai ekonomi digital Indonesia tercatat mencapai US$ 44 miliar atau meningkat 11 persen dari 2019.

    Angka valuasi ekonomi digital di Indonesia diprediksi terus meroket hingga mencapai US$ 125 miliar pada 2025. Nilai valuasi ini digadang-gadang menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

    Di sisi lain, menyitir data pergerakan e-commerce Badan Pusat Statistik, Lutfi mengatakan pelaku usaha yang melakukan penjualan barang dan jasa sepanjang tahun lalu mencapai 90,18 persen di platform digital. Dari angka tersebut, sebanyak 48,4 persen di antaranya bergerak di sektor perdagangan besar, eceran, serta reparasi dan perawatan kendaraan bermotor.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.