Indef: Utang Pemerintah Plus BUMN Tembus 10.000 Triliun di Akhir Periode Jokowi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual bersama  Menteri Keuangan Sri Mulyani dari Istana Bogor, Kamis, 26 Maret 2020. KTT ini digelar secara virtual untuk menghindari penularan virus corona. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

    Presiden Jokowi mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dari Istana Bogor, Kamis, 26 Maret 2020. KTT ini digelar secara virtual untuk menghindari penularan virus corona. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

    TEMPO.COJakarta - Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance atau Indef, Didik J. Rachbini, memperkirakan utang pemerintah dan utang Badan Usaha Milik Negara akan terus membesar pada sisa periode pemerintahan Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

    Utang pemerintah saat ini apabila ditambah dengan utang BUMN, menurut Didik, menjadi sekitar Rp 8.500 triliun. "Ini belum selesai pemerintahannya, kalau sudah selesai diperkirakan bisa menjadi Rp 10.000 triliun utang di APBN dan utang BUMN," ujar Didik dalam webinar, Rabu, 24 Maret 2021.

    Menurut Didik, membesarnya utang pemerintah dan utang BUMN di era Presiden Joko Widodo alias Jokowi perlu dicermati, khususnya oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Musababnya, DPR adalah lembaga yang memiliki hak untuk penganggaran atau budget.

    "Kenapa DPR tidak berkutik, DPR seakan sudah lemah seperti pada masa Orde Baru," ujar dia.

    Di masa lalu, kata dia, untuk menaikkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara saja, perlu perdebatan yang panjang. Musababnya, pelebaran defisit akan berimbas kepada besarnya utang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.