Setahun Pandemi Covid-19, OJK: Pasar Modal Indonesia Tumbuh Positif

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri) berbincang dengan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (kedua kanan), Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Hoesen (kiri), dan Dirut Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi dalam pembukaan perdagangan IHSG tahun 2021 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. Pada pembukaan ini, 210 saham melaju di zona hijau dan 103 saham di zona merah. Sedangkan 178 saham lainnya stagnan. TEMPO/Tony Hartawan

    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri) berbincang dengan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (kedua kanan), Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Hoesen (kiri), dan Dirut Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi dalam pembukaan perdagangan IHSG tahun 2021 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. Pada pembukaan ini, 210 saham melaju di zona hijau dan 103 saham di zona merah. Sedangkan 178 saham lainnya stagnan. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen mengatakan sejak pandemi Covid-19 yang melanda dunia tahun 2020 lalu, industri Pasar Modal Indonesia mampu bertahan dan sedikit demi sedikit menunjukkan pemulihan yang positif. Meskipun di kuartal I-2020 lalu, sempat mengalami tekanan yang cukup berat

    "Kondisi IHSG ini masih cukup baik, jika dibandingkan dengan peer country kita seperti Malaysia dan Filipina," kata Hoesen dalam keterangan tertulis, Selasa, 23 Maret 2021.

    Malaysia dan Filipina, kata dia, secara year to date masih mencatatkan minus masing-masing sebesar -0,4 persen dan -8,2 persen.

    Pada 15 Maret 2021 kemarin, IHSG sudah kembali menguat dan berada pada posisi 6.324,25 poin.

    ADVERTISEMENT

    "Naik sebesar 5,8 persen dibandingkan per 30 Desember 2020 yang hanya mencapai 5.979,07 poin," ujarnya.

    Adapun kapitasi pasar modal tercatat sebesar Rp 7.401,4 triliun pada 15 maret 2021. Angka itu lebih tinggi dari 30 Desember 2020 yang sebesar 6.968,9 triliun. Peningkatan itu dibareng dengan kenaikan jumlah investor ritel.

    Pada 29 Desember 2021 jumlah investor ritel 4,51 juta. Jumlah itu menunjukkan peningkatan signifikan dari 3,88 juta investor ritel.

    Sedangkan penawaran umum selama 2021 sebanyak 27 emisi, baik saham dan efek bersifat utang dan atau sukuk senilai Rp 30,53 triliun.

    Baca Juga: OJK Naikkan Denda ke Emiten yang Telat Setor Laporan Keuangan, Ini Detailnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.