Hari Hutan Internasional 2021, FAO Ajak Merestorasi Hutan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumla siswa dan siswi  SD Juara membawa karung berisi sampah yang dipungut dari Sungai Cisokan, Bandung, Jawa Barat, 20 Maret 2015. Acara ini diadakan dalam rangka Hari Hutan Internasional. TEMPO/Prima Mulia

    Sejumla siswa dan siswi SD Juara membawa karung berisi sampah yang dipungut dari Sungai Cisokan, Bandung, Jawa Barat, 20 Maret 2015. Acara ini diadakan dalam rangka Hari Hutan Internasional. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Perwakilan FAO untuk Indonesia ad interim, Richard Trenchard mengajak semua pihak untuk merestorasi hutan. Menurutnya, proyek penanaman dan restorasi skala kecil dapat berdampak besar.

    “Kita dapat pulih dari krisis kesehatan, lingkungan, dan ekonomi planet kita. Hutan dapat membantu kita mengatasi kemiskinan dan kelaparan serta mengurangi ketimpangan. Mari pulihkan hutan! Kita bangun semua dengan lebih baik dan raih masa depan yang kita semua inginkan," kata Trenchard dalam keterangan tertulis, Ahad, 21 Maret 2021.

    Menurutnya, penghijauan kota menciptakan udara yang lebih bersih dan ruang yang lebih indah serta memberikan manfaat besar bagi kesehatan mental dan fisik penduduk perkotaan. Berinvestasi dalam restorasi hutan dan lahan, kata dia, akan membantu memulihkan kesehatan manusia, komunitas, dan lingkungan.

    Dia menilai restorasi menawarkan prospek untuk mengembalikan pohon dan hutan ke lanskap hutan yang kritis dan terdegradasi dalam skala besar, sehingga meningkatkan ketahanan ekologi dan produktivitas. Hal itu dia sampaikan untuk memperingati Hari Hutan Internasional di tengah pandemi global Covid-19 di Indonesia dan di seluruh dunia.

    Dia menekankan hutan yang sehat juga berkontribusi bagi kesehatan manusia. Hutan memberikan manfaat kesehatan bagi semua orang, seperti udara segar, makanan bergizi, air bersih, dan ruang rekreasi. Di negara maju, hingga 25 persen dari semua obat-obatan berasal dari sumber nabati; di negara berkembang, kontribusinya mencapai 80 persen.

    Hutan juga menyediakan pangan sehat. Masyarakat Adat biasanya mengonsumsi makanan dalam jumlah besar yang dipanen di hutan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.