Menaker Ida Fauziyah Ingin Balai Latihan Kerja Tak Menjadi Sumber Pengangguran

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah.

    Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah.

    TEMPO.CO, JakartaMenteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengingatkan Balai Latihan Kerja (BLK) jangan menjadi sumber pengangguran baru, khususnya di tengah pandemi COVID-19. 

    "Sebaliknya BLK harus menjadi jawaban dari persoalan ketenagakerjaan dengan pelatihan kemampuan dan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja," katanya pada pembukaan pelatihan berbasis kompetensi Angkatan I di BLK Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat .

    Dalam kaitan itu, kata dia, BLK harus berisi pelatihan berbasis kompetensi disertai sertifikasi, berikut penempatan, harus bisa diterima di pasar kerja atau menjadi wirausaha.

    "Kalau tidak bisa, tutup saja. Buat apa buka BLK kalau hanya melahirkan pengangguran baru," katanya.

    Ia mengharapkan seluruh pengelolaan BLK untuk melakukan lompatan besar hingga transformasi demi menjamin para lulusannya bisa diterima di dunia kerja.

    Di antaranya dengan revolusi sumber daya manusia (SDM), revitalisasi sarana prasarana, reformasi kelembagaan, redesain substansi pelatihan hingga perkuat kerjasama dengan industri dan pengusaha.

    "Saya tidak mau peralatan pelatihan (yang ada) di BLK hanya jadi pajangan. Sarana dan prasarana BLK harus menyesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan," kata Ida Fauziyah.

    BACA: BPS: Selama Pandemi Pengangguran di Cianjur Bertambah 25.891 Orang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.