Penumpang Batik Air Meninggal, Sempat Sesak di Pesawat

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Batik Air. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi Batik Air. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.Co, Jakarta - Seorang penumpang pesawat Batik Air rute Timika-Jakarta dilaporkan meninggal. Penumpang berusia 21 tahun ini mengembuskan napas terakhir setelah sempat mengeluh sesak di bagian dada, 2 jam setelah pesawat lepas landas.

    "Atas nama manajemen dan seluruh karyawan Batik Air mengucapkan duka cita mendalam," kata Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat, 19 Maret 2021.

    Awalnya, pesawat dengan nomor penerbangan ID-6187 ini berangkat dari Bandara Mozes Kilangin di Timika, Papua Barat, pukul 12.30 WIT (GMT+ 09). Sebelum berangkat, Danang menyebut tidak ada penumpang pesawat yang melapor sedang dalam keadaan sakit.

    Lalu, pesawat Airbus 320-200 registrasi PK-LUZ ini pun lepas landas mengangkut 6 awak kabin dan 68 penumpang. Pesawat dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, pukul 15.00 WIB (GMT+ 07).

    Setelah 2 jam mengudara, penumpang yang duduk di kursi 15D pun mengeluhkan sesak kepada penumpang lain di kursi 15F. Sehingga, penumpang tersebut meminta bantuan ke awak kabin.

    Setelah mengecek kondisi penumpang tersebut, pimpinan awak kabin Syarifah Sari Dewi mengumumkan apakah ada penumpang yang berprofesi sebagai dokter. Salah satu penumpang ternyata dokter, yang dibuktikan dengan identitas resmi dan tanda profesi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.