Angka Kemiskinan RI di Bawah Prediksi Bank Dunia, Sri Mulyani: Itu Pencapaian

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual bersama  Menteri Keuangan Sri Mulyani dari Istana Bogor, Kamis, 26 Maret 2020. KTT ini digelar secara virtual untuk menghindari penularan virus corona. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

    Presiden Jokowi mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dari Istana Bogor, Kamis, 26 Maret 2020. KTT ini digelar secara virtual untuk menghindari penularan virus corona. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengklaim bahwa pemerintah berhasil menekan angka kemiskinan di masa pandemi Covid-19 ini lewat sejumlah kebijakan ekonomi yang responsif. 

    "Karena respons yang cepat, kami bisa menahan (angka kemiskinan) di level 10,4. Aslinya, World Bank memprediksi kenaikan di atas 11 persen. Jadi itu adalah suatu pencapaian," katanya, Kamis, 18 Maret 2021.

    Hal tersebut disampaikan Sri Mulyani dalam sambutannya pada peluncuran virtual laporan ekonomi Indonesia oleh Organsation for Economic Co-Operation dan Development (OECD).

    Ia menyebutkan dampak pandemi terhadap utamanya masyarakat rentan telah menyebabkan angka kemiskinan meningkat. Namun demikian, respons kebijakan ekonomi berhasil menahan angka kemiskinan di bawah prediksi Bank Dunia.

    Respons kebijakan ekonomi itu utamanya difokuskan untuk menangani sektor kesehatan dan mendukung masyarakat yang paling rentan terhadap dampak pandemi.

    Saat ini, kata Sri Mulyani, ada 10 persen masyarakat dari total populasi yang merupakan kategori rentan. Mereka terdampak karena keterbatasan mobilitas selama pembatasan, dan usaha kecil mikro dan menengah (UMKM).

    Selain itu ada total 30 persen masyarakat yang merupakan rumah tangga dengan pemasukan terendah, telah mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. "Jalan menuju pemulihan masih panjang. Kita harus memastikan bahwa proses pemulihan akan terus berlanjut," ucap Sri Mulyani.

    BISNIS

    Baca: Cerita Sri Mulyani Soal Reaksi Investor saat Datang ke RI: So Mumet, Pusing


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.