PUPR Resmikan Jalan Tol Layang Pettarani di Makassar Senilai Rp 2,3 T

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) Indonesia Basuki Hadimuljono saat peresmian Tol Layang Pettarani Makassar, Kamis 18 Maret 2021. ANTARA/HO/

    Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) Indonesia Basuki Hadimuljono saat peresmian Tol Layang Pettarani Makassar, Kamis 18 Maret 2021. ANTARA/HO/

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Indonesia Basuki Hadimuljono meresmikan Jalan Tol Layang AP Pettarani Makassar.

    Menteri PUPR hadir mewakili Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sebelumnya telah dijadwalkan untuk meresmikan langsung penggunaan Jalan Tol Layang hari ini, Kamis di Sulawesi Selatan.  

    "Mohon maaf atas keterlambatan peresmian ini, karena memang sudah lama direncanakan oleh beliau (Presiden Jokowi) untuk diresmikan, namun pada saat ini kami mewakili beliau," kata Basuki, Kamis 18 Maret 2021.

    Pada kunjungan kerja Presiden Jokowi, ia telah meresmikan Bandara Buntu Kunik di Tana Toraja sekaligus menyaksikan proses vaksinasi pada Kamis pagi. Selanjutnya, kembali ke Makassar untuk mengunjungi pelaksanaan Festival Vaksinasi Kota Makassar dan meresmikan Kolam Regulasi Nipa-nipa di Kabupaten Gowa.

    "Nanti Presiden akan lewat sini mengecek, setelah dari Nipa-nipa, karena kalau mau ke bandara lewat sini," tambah dia.

    Peresmian ini menandakan Jalan Tol Layang Kota Makassar telah dapat dioperasikan dan dimanfaatkan secara penuh, khususnya pada berbagai kegiatan produktif masyarakat.

    "Ini sudah bisa digunakan, lagian juga sudah lama jadi tidak ada sosialisasi lagi, mungkin biasanya satu minggu masih gratis, lalu bisa langsung dioperasikan," kata Basuki.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.