Sandiaga Uno Naikkan Dana Hibah Pariwisata Jadi Rp 3,7 Triliun Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan berlibur pada liburan panjang Hari Maulid Nabi Muhammad SAW di Pantai Kuta, Badung, Bali, Jumat, 30 Oktober 2020. Obyek wisata terpopuler di Bali tersebut kembali ramai dikunjungi wisatawan yang sebagian besar turis domestik setelah sempat sepi kunjungan akibat terdampak pandemi COVID-19. ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

    Wisatawan berlibur pada liburan panjang Hari Maulid Nabi Muhammad SAW di Pantai Kuta, Badung, Bali, Jumat, 30 Oktober 2020. Obyek wisata terpopuler di Bali tersebut kembali ramai dikunjungi wisatawan yang sebagian besar turis domestik setelah sempat sepi kunjungan akibat terdampak pandemi COVID-19. ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

    TEMPO.COJakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan alokasi anggaran dana hibah untuk sektor pariwisata bakal naik pada tahun ini. Tahun lalu, pemerintah menyalurkan dana sebesar Rp 2,2 triliun kepada 6.700 hotel dan 7.600 restoran.

    "Jadi kita naik estimasinya antara 2,7 sampai 3,7 triliun rupiah, makanya Pak Menko (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto) penting dilobi teman-teman PHRI karena ujungnya di Menko dan Presiden," ujar Sandiaga Uno dalam Rapat Kerja Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Kamis, 18 Maret 2021.

    Sandiaga mengatakan dana hibah pariwisata tersebut penting lantaran pemerintah ingin membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan mmulihkan ekonomi. Selain itu, dana hibah itu juga diharapkan bisa menebar semangat.

    "Saya sangat prihatin di destinasi-destinasi prioritas termasuk destinasi tulang punggung Bali, Borobodur, dan Semarang sudah satu tahun (pandemi). Jadi kita harus bangkitkan semangat mereka," tutur Sandiaga.

    Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani meminta bantuan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno agar pemerintah mengeluarkan kebijakan restrukturisasi utang untuk sektor pariwisata.

    "Jadi restrukturisasi utang ini kami juga mohon Mas Menteri (Sandiaga Uno) juga bisa membantu monitor dan memperjuangkan kepada pihak Kemenkeu. Tanpa intervensi terhadap perbankan kemungkinan terjadi gagal bayar yang sangat tinggi dan rentan kebangkrutan dari sektor pariwisata," ujar Hariyadi.

    Di samping itu, ia juga menyatakan telah berkoordinasi dengan pemerintah untuk meminta adanya bantuan modal kerja dari pemerintah untuk sektor pariwisata. "Modal kerja ini kami sudah berkoordinasi dengan Raden Pardede dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN). Ini kemarin sudah kami bahas di rapimnas, struktur modal kerja dan sebagainya akan segera kami finalkan."

    Baca: Luhut: Masalah Kita di Republik Ini Enggak Pernah Kerja Holistik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.