Konsorsium Chairul Tanjung Resmi Kelola Pelabuhan Patimban

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Berharap Asa dari Pelabuhan Patimban

    Berharap Asa dari Pelabuhan Patimban

    TEMPO.CO, Jakarta – Konsorsium PT Pelabuhan Patimban Internasional (PPI) resmi mengelola Pelabuhan Patimban dengan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha atau KPBU. Konsorsium PT PPI mencakup empat perusahaan, yakni PT CTCorp Infrastruktur Indonesia milik Chairul Tanjung, PT Indika Logistic & Support Services, PT U Connectivity Services, dan PT Terminal Petikemas Surabaya.

    "Pada hari ini pengoperasian Pelabuhan Patimban telah memasuki babak baru yang ditandai dengan penandatanganan perjanjian KPBU antara Ditjen Hubla dengan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) terpilih, yaitu PT PPI," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono pada Rabu, 17 Maret 2021.

    Baca Juga: Rampung Oktober 2022, Bendungan Sadawarna Diharapkan Dukung Pelabuhan Patimban

    Penabalan PT PPI sebagai pengelola Pelabuhan Patimban ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Direktur Jenderal Perhubungan Laut Agus Purnomo dan Direktur Utama PPI  Fuad Rizal.  Setelah perjanjian KPBU berlaku efektif, PPI secara resmi menjadi operator pelabuhan.

    Sembari menunggu pengalih-operasian, Kementerian Perhubungan menugaskan PT Pelindo III (Persero) melaksanakan pengelolaan sementara Pelabuhan Patimban. Agus Purnomo menjelaskan, PPI telah melalui serangkaian proses lelang KPBU sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Sesuai perjanjian, PPI akan menjadi penyedia suprastruktur Pelabuhan Patimban dengan jangka waktu kerja sama selama 40 tahun.  "Semoga dengan dioperasikannya Pelabuhan Patimban oleh PT PPI, (perusahaan) dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi logistik, dan daya saing ekonomi nasional khususnya di koridor utara Jawa sehingga dapat memberi manfaat langsung kepada masyarakat," ucap Agus.

    Pelabuhan Internasional Patimban merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang merupakan pelabuhan terbesar kedua setelah Pelabuhan Tanjung Priok. Pelabuhan ini digadang-gadang berperan dalam mendorong pertumbuhan perekonomian di wilayah Jawa Barat dan nasional.

    Pembangunan Pelabuhan Patimban saat ini memasuki fase 1-2 dengan target penyelesaian pada 2026. Fase ini mencakup  pembangunan terminal peti kemas hingga kapasitas 3,75 juta TEUs dan terminal kendaraan dengan kapasitas total 600 ribu CBUs.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.